Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Ibadah: Simbol dan Substansi
[Pelita Hati]

Ibadah: Simbol dan Substansi

BAGI umat Islam, Isra dan Miraj adalah salah satu peristiwa terpenting karena didalamnya diwajibkan shalat kepada umat Islam. Shalat adalah ibadah yang diwajibkan dilakukan setiap hari. Semua amal umat Islam tidak akan dihitung kalau tidak melakukan shalat dengan baik. Sejak kecil, muslim yang baik pasti mendidik anak-anak mereka untuk melakukan shalat dengan baik dan disiplin.
Lebih dari 40 tahun lalu, jumlah umat Islam yang shalat tidak sebanyak sekarang. Pada saat itu di dalam masyarakat masih terasa adanya pengelompokan santri dan abangan, tetapi kini tidak terasa lagi. Mereka yang dulu bisa kita sebut termasuk kelompok abangan, kini sudah banyak yang shalat dengan teratur, bahkan banyak sekali yang pergi menunaikan ibadah haji dan juga berjilbab.
Tetapi perkembangan positif itu ternyata bertentangan dengan kenyataan pahit didalam kehidupan masyarakat. Kita melihat akhlak masyarakat semakin merosot. Video mesum para artis bisa menjadi salah satu indikatornya. Walaupun kita tahu bahwa seks bebas di antara artis adalah suatu praktik yang sudah amat lama berlangsung, tetapi tidak difilmkan, walaupun untuk koleksi pribadi.
Di dalam media on-line ada berita bahwa Ariel menyatakan kepada seorang temannya bahwa dirinya merasa amat kotor di hadapan Tuhan dan tidak layak untuk shalat. Saya duga Ariel termasuk anak muda yang shalat sejak lama.
Perilaku keji dan mungkar lain dari mereka yang diduga kuat shalat yang banyak kita saksikan ialah praktik busuk para penegak hukum seperti oknum aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Mereka dengan sadar melakukan jual-beli kasus dengan imbalan yang amat besar. Yang sekarang sedang ramai dibicarakan ialah rekening sejumlah jenderal polisi yang menyimpan dana dalam jumlah besar, bahkan beberapa tahun lalu jumlahnya konon ada yang mencapai ratusan miliar rupiah.
Kita juga menyaksikan perilaku tidak terpuji sejumlah anggota DPR yang menjadi kepanjangan tangan dari perusahaan yang berusaha untuk bisa memperoleh kontrak dari proyek APBN. Biasanya mereka juga bekerja sama dengan pejabat yang menangani proyek di berbagai kementerian dan lembaga negara serta BUMN dan Pemda.
Para pejabat itu banyak yang shalat secara teratur dan tertib, bahkan banyak yang juga sudah pergi berhaji.
Mengapa shalat, puasa, dan ibadah haji tidak berhasil mencegah banyak dari kita untuk melakukan dosa besar seperti di atas? Shalat, puasa, dan berhaji itu terdiri dari perilaku fisik yang bisa kita anggap sebagai simbol, dan substansi yaitu tujuan dari kita melakukan ibadah itu. Menurut Islam, tujuannya adalah untuk menjadi orang bertaqwa. Beberapa ciri orang bertaqwa adalah amanah, jujur, ikhlas, mengikuti perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Dan kita saksikan perilaku para pejabat di atas tidak menunjukkan ciri orang bertaqwa. Artinya, substansi dari ibadah itu tidak tercapai, tetapi kita tampaknya tidak terlalu peduli. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri, mengapa kebanyakan dari kita hanya fokus pada tata cara, prosedur, dan simbol; tetapi mengabaikan tujuan dari ibadah. Dengan bertanya seperti itu, kita telah memperingati Isra dan Miraj dengan baik.(Salahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Tebuireng)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Percakapan dengan Sopir Taksi Singapura
Keadaan
Pintu 2: Tadzakkur
Elpiji dan Harga Sembako Meroket
Agama Terbaik