Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 28 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Haruskah Satpol PP Bersenjata Api?
[Assalamu'alaikum]

Haruskah Satpol PP Bersenjata Api?

UPAYA pemerintah mempersenjatai anggota Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP dengan senjata api, tampaknya tidak akan berjalan mulus. Sebab, hingga kemarin pun lebih banyak pihak yang menolak daripada memberikan dukungan.
Salah satu yang menolak adalah Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. Alasannya, tidak semudah itu menggunakan senjata api dan ada kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi bagi anggota Satpol PP untuk menggunakan senjata api.
Penolakan gubernur yang mantan Pangkostrad itu dan juga oleh berbagai pihak itu tentu sangat beralasan dan ada rasa khawatir. Kenapa? Bahwa, sebenarnya orang yang memegang senjata api, cenderung bersikap panas. Apalagi jika tidak bisa mengendalikan diri.
Jika sikap panas itu terus terbawa-bawa, dikhawatirkan akan jatuh korban akibat letusan senjata api. Sudah banyak contohnya, termasuk di negara-negara maju. Karena itu, jangan heran jika ada prajurit TNI yang menyatakan dalam suasana damai ini, buat apa membawa-bawa senjata api. Risiko dan konsekuensinya sangat tinggi dan berat.
Banyak orang yang melengkapi diri dengan senjata api dan membawa-bawanya saat bepergian, sebenarnya mereka juga cemas dan khawatir terhadap senjata api yang dibawanya. Banyak orang menyebut senjata api merupakan istri pertama yang harus dijaga dan diamankan. Selain itu, membawa senjata api sebenarnya justru mengundang bahaya, baik bagi orang lain maupun yang membawanya. Ingat, senjata api bukan untuk gaya-gayaan dan gagah-gagahan!
Terkait dengan senjata api itu, sebenarnya kalau kita telaah lebih mendalam bahwa Satpol PP merupakan aparat pemerintah yang bertugas menegakkan peraturan daerah. Dalam menegakkan peraturan, apakah Satpol PP perlu dilengkapi dengan senjata api? Jika psikologisnya tidak siap, kemungkinan malah senjata apinya bisa disalahgunakan oleh siapapun.
Tugas pokok dan fungsi Satpol PP, berbeda dengan polisi atau tentara yang bertugas mengamankan negara. Oleh karena itu, dalam melaksanakan tugas, Satpol PP cukup dengan dukungan peralatan yang ada seperti saat ini.
Untuk itu, jika merujuk kasus bentrokan berdarah antara aparat Satpol PP Pemprov DKI Jakarta dengan masyarakat di komplek Makam Mbah Priuk, Jakarta Utara beberapa waktu lalu; sebenarnya kasus itu tidak boleh dijadikan dalih agar Satpol PP dilengkapi dengan senjata api. Tanpa senjata api saja, terjadi kasus yang berdarah-darah, apalagi bersenjata api.
Memang, alasan melengkapi diri dengan senjata api adalah untuk membela diri? Apakah dengan senjata api di tangan, dijamin penggunanya akan aman? Belum tentu. Sudah banyak kasus senjata makan tuan.
Karena itu, dengan banyaknya penolakan dan reaksi dari berbagai pihak, apakah Permendagri No 26 tahun 2010 itu tidak sebaiknya ditinjau kembali atau kalau mungkin dibatalkan? Pendapat kami, penggunaan senjata api oleh Satpol PP lebih besar mudharat-nya daripada manfaatnya

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kapan Kegaduhan Segera Berakhir?
TNI Tetap Netral
Diperlukan Kode Etik Antarlembaga Negara?
Reformasi Partai Politik Kita
Perlindungan Konsumen