Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pintu 2: Tadzakkur
[Pelita Hati]

Pintu 2: Tadzakkur

SETELAH melewati pintu tafakkur, seorang pencari Tuhan (salik) harus melewati pintu berikutnya, yaitu tadzakkur. Kalau tafakkur masih mengandalkan energi dan kekuatan pikiran. Tadzakkur sudah melewati akal pikiran (behid the mind). Tadzakkur berasal dari akar kata dzakara-yadzkuru berarti mengingat dan menghayati. Tadzakkur berarti upaya untuk mengalihkan berbagai gangguan pikiran dan perasaan dan berada pada puncak ketenangan batin. Tafakkur adalah suasana batin seseorang yang sampai pada kesadaran puncak bahwa Tuhan sudah begitu dekat dan tidak lagi berjarak dengan makhluknya. Tidak ada lagi subyek dan obyek. Berbeda dengan tafakkur yang masih menyadari dirinya sebagai makhluk dan Tuhan sebagai Sang Khaliq. Tadzakkur sudah sampai pada tauhid yang sejati.
Tauhid sejati bagi orang yang sudah sampai di maqam tadzakkur sudah menyadari dan menghayati keesaan zat (tauhid al-dzati). Selama manusia masih menyadari ada subyek dan ada obyek, atau adanya hamba dan Tuhan, maka belum dianggap menyadari tauhid al-dzati. Bahkan tadzakkur juga bisa mengantar manusia pada kesadaran keesaan perbuatan (tauhd al-afal) dan kesadaran sifat (tauhid al-shifat). Kesadaran akan tauhid al-afal dan tauhid al-shifat ketika seseorang sudah menyadari bahwa perbuatan dan sifat itu hanya satu yaitu perbuatan dan sifat Tuhan dalam arti lebih tinggi. Mirip dengan apa yang dikatakan Ibn Arabi sebagai ketunggalan wujud sejati (wahadat al-wujud). Dalam tahap ini seseorang sudah berhasil memecahkan kebuntuan dualitas Ilahi (duality of God). Zat, perbuatan, dan sifat hanya satu. Inilah makna hakiki: La Ilaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah). Namun demikian, tadzakkur tidak menurunkan Tuhan menjadi manusia atau menuhankan makhluk. Tadzakkur tidak menghilangkan fungsi dan kewajiban kehambaan. Justru jalan menuju ke tingkat tadzakkur tidak ada cara lain selain melakukan kesadaran syariah secara sempurna. Sulit membayangkan adanya tafakkur dan tadzakkur tanpa syariah yang perfect.
Tadzakkur tidak bisa didefinisikan dan tidak bisa diceritakan. Tadzakkur adalah pengalaman yang yang sangat pribadi. Pengalaman ini tidak bisa didekati dengan model atau kategori disiplin ilmu konvensional dan kontemporer, apalagi dengan ilmu fikih. Kekeliruan di masa lampau pernah terjadi karena pengalaman spirituan yang amat pribadi tetapi diadili (tahkim) dengan paradigma formal logik ilmu fikih. Akibatnya Al-Hallaj jadi korban dan dunia teosofi dan tasawuf mengalami kemandekan.
Tadzakkur salah satu lorong rahasia menuju Tuhan. Ekspresi dan pengalaman tadzakkur tentu tidak identik satu sama lain, namun secara prinsip memiliki kesamaan satu sama lainnya. Bahkan pengalaman tadzakkur bisa dijelaskan oleh agama-agama lain. Dunia spiritual seperti kegiatan tasawuf dan teosofi lebih bersifat perenialistik. Dalam dunia spiritua-sufistik sekat-sekat agama, budaya, dan bangsa sangat tipis. Karena itu, komunikasi tokoh-tokoh mistisisme lintas agama seringkali ditemukan.
Tadzakkur berbeda dengan meditasi meskipun dalam praktiknya memiliki keserupaan. Dalam dunia meditasi, tujuan utama yang diharapkan adalah ketenangan paripurna yang akan melahirkan kebahagiaan batin sejati. Memang hal itu dimungkinkan dicapai melalui meditasi. Meninggalkan stres, mengobati kekecewaan, dan menstabilkan emosi dapat dilakukan dengan meditasi. Namun tafakkur dan tadzakkur tujuannya bukan mencapai ketenangan atau menyembuhkan penyakit batin, tetapi lebih jauh dari itu, untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya kepada Allah SWT. Dan pada saatnya seseorang mungkin akan sampai pada kesadaran spiritual bahwa manusia, makhluk, dan Tuhan sesungguhnya tidak bisa dipilah-pilah. Yang banyak itu ternyata hanya satu dan Yang Satu Itu menampilkan spektrum yang beraneka ragam. (Nasaruddin Umar)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Elpiji dan Harga Sembako Meroket
Agama Terbaik
Muhammadiyah Satu Abad
Kompor Mleduk
Tafakkur