Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 27 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Kapan Kegaduhan Segera Berakhir?
[Assalamu'alaikum]

Kapan Kegaduhan Segera Berakhir?

NEGARA kita benar-benar terjebak dalam suasana gaduh yang berkepanjangan. Persoalan demi persoalan muncul silih berganti. Yang mengkhawatirkan, tak ada tanda-tanda penyelesaian hingga tuntas. Bahkan terus menggelinding ibarat bola salju.
Yang juga memprihatinkan, persoalan-persoalan tersebut akibat perbuatan orang-orang kita sendiri. Terkadang persoalan itu seakan sudah ada yang merancang-nya, sehingga ketika suatu persoalan mulai meredup, muncul persoalan lain yang tidak kalah hebatnya. Sehingga persoalan-persoalan itu tak ada habisnya.
Jika seluruh persoalan ini tidak diselesaikan secara tuntas dan yang akan muncul tidak diantisipasi dengan sebaik-baiknya, kapan kita --bangsa dan negara Indonesia-- bisa bangkit dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain, yang justru dulu pernah berguru kepada Indonesia? Alangkah merugi dan malunya kita, jika persoalan itu tak kunjung mereda.
Kasus video mesum --misalnya-- meski salah seorang pemerannya sudah ditahan oleh pihak Polri, tapi pemeran lainnya walau sudah dinyatakan 99 persen mirip dengan video yang beredar di masyarakat; tapi belum ada tindak lanjutnya. Ada apa? Sementara dampak negatif dari peredaran video amoral itu diberitakan terjadi dimana-mana.
Demikian pula dengan rekening gendut individu-individu di tubuh Polri juga menyita perhatian, yang membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan pernyataannya. Padahal, seharusnya persoalan itu secepatnya dituntaskan secara internal, sehingga pusarannya tak melebar dan meluas.
Terus terang begitu mengetahui kabar tentang kekayaan individu Polri itu, masyarakat hampir semuanya terperangah. Selain itu juga muncul komentar-komentar negatif lainnya. Yang menjadi pertanyaan, apa langkah dan tindakan pimpinan Polri melihat rekening aduhai sejumlah anak buahnya?
Masyarakat pun kini dilanda kegelisahan setelah naiknya tarif daftar listrik atau TDL mulai awal Juli lalu. Akibat kenaikan TDL itu kebutuhan pokok sehari-hari masyarakat juga naik. Padahal penghasilan masyarakat belum bertambah. Belum lagi persoalan pendaftaran anak sekolah, yang semuanya memerlukan biaya.
Ledakan tabung gas juga masih terjadi di beberapa kota dan membawa korban jiwa dan harta benda. Sementara Menteri Perindustrian menyatakan untuk mengganti asesoris tabung gas yang sesuai standard, masyarakat harus membayarnya. Ini juga merupakan suatu dilema.
Kini yang tampaknya ramai adalah perangnya Jaksa Agung Herdarman Supandji dengan mantan menteri Yusril Ihza Mahendra yang menjurus ke arah penantangan. Meski kemungkinan akan dilakukan uji debat, tapi persoalan itu sudah telanjur mencuat ke arena publik.
Tanpa berniat membela Hendarman Supandji, pernyataan Yusril Ihza Mahendra bisa berdampak besar terhadap persoalan hukum di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan Kejaksaan Agung. Selain masyarakat bisa tidak menganggap lagi pejabat dan personel Kejaksaan Agung dan jajarannya, juga produk-produk dan keputusan hukumnya pun bisa tidak diakui oleh masyarakat.
Lantas apa jadinya semua ini? Kapan kegaduhan-kegaduhan ini akan berakhir?

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
TNI Tetap Netral
Diperlukan Kode Etik Antarlembaga Negara?
Reformasi Partai Politik Kita
Perlindungan Konsumen
Tahun Ajaran Baru