Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
SAJAK-SAJAK
[Budaya]





Puisi-puisi Slamet Rahardjo Rais



Puisi Langit



mabok sunyi lagi


sungguh tak sanggup berlari


meninggalkan samadi para kyai


ruh mulia mengarungi angkasa


memasuki terowongan paling sunyi



lepas senja menangkapnya


untuk memiliki negeri sunyi


mendengarkan langit asyik mengaji


ke jurang melemparkan kegelisahan


meluaskan wudhu langit tempat angin


masing-masing meletakkan muara



mata telah meminta agar segera


seluruh acara percakapan dituliskan


memenuhi lembar-lembar kertas di langit


atas dzikir nyanyian pujian


masjid-MU terdekap erat


anggur keheningan kebesaran ayat-MU



mempersatukan percakapan kita


melalui puisi dari tubuh suara


sangat jauh mengarungi arus sunyi


meneteslah di sini dzikir sekalian gelombang


menangkap rahasia beterjunan di mana-mana



1996



Cemara


- sebuah catatan sakit sendiri



jarak semakin dekat kepada gurun jiwa


membebaskan hutan cemara untuk menjalinkan nyanyian


tafakur para malaikat memadatkan doa tasbihnya


berselinap sebagai paduan suara daun-daun cemara


di antara percakapan masa lampauku yang menggoda


menyerahkan sejumlah isyarat ke arah malaikat


milikku sampai ke batas cakrawala iring-iringan


lawatanku menuju ke arah wilayah dahsyat kerinduan


ya tuhan Allah ya tuhan Allah


atas ayat-ayatMU beterjunan kalimat tahmid dan tasbih


rangkaian kerinduanku kepada tafakur langit membersih


kujemput padang-padangku yang meluas jauh


saat liang lahatku terbayang mendekat



1998



Sebuah Puisi Bagi Tuhan



Adalah lembab dataran tempat bertanya


Andaikan setiap pertemuan


Menjadikannya sebagai muara


Tangan itu telah mengalirkan telaga


Tempat mencemplungkan kalimat-kalimat nakal


Terhadap permukaan jiwa


Tempat ombak melintas


Atas waktu



Seakan datang pergi lagi


Mainan getar jiwa


Atas rimbun cemara


Menghidupkan sunyi yang ambruk


Menubruk silang nasib yang terpental


Dan ketemu padang yang meranggas


Luas cakar siap mengancam



Setiap hari melambungkan suara


Di tangan beribu lukisan


Begitu menghutan


Menjadi lautan untuk berdebat


Diamlah jiwa yang memberontak


Temukan saja persembunyian di balik rasa harap


Di laci almari, rak buku, dan daun jendela



Ada suara kidung sungai Rahmatan percakapan


Sesaat renungan kemalangan bergulir


Di sudut kamar tempat potret-potret bergantungan


Ada kiriman tetembangan suara tahlil berkepanjangan



1971/1994

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
SAJAK-SAJAK
Drs H Subarna SH, MM : Peduli Mamaos Tembang Sunda Cianjuran
Perseteruan yang Terus Bergulir
Tahi Lalat di Atas Alis Mata Kanan
Majid Pergi Sekolah Cerpen: Budi Mulyana