Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Rabu, 29 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Undip Tidak Buru-buru Jadi PTN Berstatus Badan Hukum
[Forum Mahasiswa]




     


         Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tidak akan tergesa-gesa berubah status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN) berstatus Badan Hukum Milik Negara (BHMN) meski tahun lalu Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc mengisyaratkan tahun 2003 sudah menjadi BHMN.


        "Setelah melakukan studi banding ke PTN yang telah berstatus BHMN seperti ITB, UI dan UGM, kami kira masih banyak yang harus disiapkan meski dilihat dari mutu sumberdaya manusia, Undip sebenarnya mampu," kata Rektor Undip di Semarang, Selasa.


        Eko di sela-sela memberi penjelasan kegiatan Dies Natalis ke-45 Undip mengatakan, masih terlalu berat bagi Undip bila tahun 2003 berubah menjadi BHMN, karena status ini mengharuskan PTN memenuhi kebutuhan sendiri.


        Padahal, katanya, Undip pada saat ini masih menghadapi tugas untuk menyelesaikan pembangunan kampus terpadu di Tembalang. "SDM-nya sudah siap, tapi kampus di Tembalang baru selesai 35 persen," katanya.


        Ia membandingkan, UGM yang sudah berstatus BHMN tahun lalu tidak lagi memiliki masalah seperti Undip, karena kampusnya sudah menyatu dalam satu kawasan.


        "Bayangkan kalau Undip sudah berstatus BHMN, lantas biaya pembangunan kampus di Tembalang akan dibebankan kepada siapa. Berapa besar Undip harus mengutip biaya pendidikan dari mahasiswa," katanya.


        Ia mencontohkan, untuk membangun auditorium representatif di kampus Tembalang yang menelan Rp 16 miliar, Undip minta bantuan  kepada pemerintah, karena PTN terbesar di Jateng ini tidak mampu membiayai sendiri.


        Karena itu, kata Eko kembali menegaskan, Undip tidak akan buru-buru status BHMN. "Barangkali dua atau tiga tahun lagi sebelum masa tugas saya sebagai Rektor berakhir," katanya.


        Dalam percaturan dunia akademik di perguruan tinggi nasional, Undip masuk dalam papan atas. Hasil survei mingguan Asiaweek tahun 2000 menempatkan Undip di posisi ketiga setelah UI dan UGM Yogyakarta.


        Sedangkan hasil akreditasi Badan Akreditas Nasional (BAN) 2001, Undip menempati posisi kedua setelah UGM. Undip juga tergolong PTN paling sulit ditembus lulusan SMU/SMK, di samping UI, ITB dan UGM.       


        Menurut rencana, puncak acara Dies Natalis Undip akan dihadiri Presiden Megawati pada tanggal 16 Oktober 2002.(ant/dh)


 

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
PENA MAHASISWA
Menangkap Semangat Amandemen UUD'45 tentang Pendidikan