Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Spanduk ALA dan Abas Diturunkan
[Otonomi Daerah]

Spanduk ALA dan Abas Diturunkan

Meulaboh, Pelita
Setelah lebih dari tiga bulan dipasang entah oleh siapa, Selasa (24/6) sekitar pukul 10.30 WIB sejumlah spanduk Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (Abas) beserta puluhan spanduk ilegal lainnya di sejumlah ruas jalan protokol Kota Meulaboh, Aceh Barat, diturunkan.
Penurunan itu, antara lain, didasarkan atas Instruksi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan surat dari Bupati Aceh Barat yang ditandatangani Sekda Banta Puteh.
Spanduk-spanduk itu diturunkan oleh sebuah tim terpadu, terdiri atas Satpol PP, Polisi Militer, anggota Koramil, dan Polsek Johan Pahlawan, Aceh Barat. Spanduk yang disasar adalah yang pemasangannya tak berizin atau sudah berakhir izinnya.
Spanduk-spanduk jenis ini dinilai dapat mengganggu ketertiban umum, di samping tidak memberi pemasukan pajak bagi daerah setempat.
Wartawan yang ikut memantau penertiban dan pencabutan spanduk tersebut, menyaksikan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mencabuti spanduk-spanduk ilegal (tak berizin) dengan cara memutus talinya dengan pisau yang diikatkan di ujung sebuah galah panjang.
Selain spanduk, sejumlah pamflet yang mempromosikan pengobatan alternatif atau tradisional, juga ikut dicopot, karena tak berizin ataupun sudah berakhir izinnya.
Anggota Satpol PP Aceh Barat Drs Edi, seperti dikutip Serambi menjelaskan penurunan spanduk tak berizin itu dilakukan berdasarkan instruksi Gubernur Aceh serta surat dari Bupati Aceh Barat yang ditandatangani sekda setempat.
Dalam kedua surat itu pihak berkompeten diminta untuk menertibkan spanduk-spanduk yang dinilai mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat serta spanduk lainnya yang tak berizin. Jadi, kami ini hanya menjalankan tugas dari atasan, kata Edi seraya menambahkan bahwa dalam penertiban ini dilibatkan juga unsur Polisi Militer, Koramil dan Polsek Johan Pahlawan.
Menurut Edi, penertiban yang dilakukan tim terpadu itu hanya untuk mengamankan spanduk yang telah dipasang di tempat umum, mengingat spanduk sama sekali tak berizin dan kalaupun ada, sudah berakhir izin masa pemasangannya.
Kepada pemilik spanduk yang merasa spanduknya ikut dicopot kemarin, Edi mengimbau untuk mengambilnya di Kantor Satpol PP Aceh Barat. \"Bagi yang berminat, bisa mengurus kembali izin pemasangan spanduk,\" tukasnya. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Peringatan HANI, Sirine Perang terhadap Narkoba Dibunyikan
Wanita Dominasi Raih Pena Award
Pemprov Aceh Didesak Perbanyak Lapangan Kerja 2008
Banda Aceh Inflasi Tertinggi di Sumatera
Lebih Dari 300 Jamaah Haji Kloter-7 Asal Aceh Tiba