Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Askeskin Bantu Masyarakat Miskin di Rumah Sakit
[Kesehatan]

Askeskin Bantu Masyarakat Miskin di Rumah Sakit
Jika Tunggakan Belum Dibayarkan
Ganggu Pelayanan Keluarga Miskin

Pengantar Redaksi:
ASURANSI kesehatan untuk keluarga miskin (Askeskin) di
sejumlah daerah menyisakan pekerjaan yang segera harus
diselesaikan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) mengajukan klaim dan
belum dibayar, sehingga pelayanan kepada keluarga miskin sempat
terganggu. Sedang sebagian RS tidak mengubah kebijakan pelayanan
kepada masyarakat dan tidak menyisakan tunggakan. Untuk itu
Pelita menggali informasi dari daerah di 40 RS dan menurunkan
tulisan mendalam berikut ini. Semoga bermanfaat.
-------------------------

SELAMA September-Desember tahun 2007 Rumah Sakit Umum Daerah
melakukan klaim terhadap PT Askes atas pelayanan yang diberikan
selama itu. Askeskin yang dimaksudkan untuk membantu meringankan
beban masyarakat miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,
dalam perjalanannya menimbulkan sejumlah persoalan.
Rumah sakit mengklaim pembayaran karena sudah memberikan
pelayanan kepada pasien miskin. Sementara PT Askes melakukan
berbagai kebijakan termasuk verifikasi agar dana yang dikeluarkan
benar-benar sesuai dengan kebutuhan.
Tunggakan pembayaran menjadi permasalahan yang umum di rumah
sakit. Persoalan muncul karena rumah sakit di satu sisi yang
sudah memberikan pelayanan, membutuhkan dana segera. Sedangkan
kebijakan yang mengharuskan kehati-hatian menjadi pegangan pihak
asuransi.
Untuk itu diperlukan kerjasama saling menguntungkan antara
pihak-pihak yang berkaitan sehingga tidak muncul permasalahan
yang justru dapat merugikan kepentingan masyarakat luas. Pasien
miskin yang ingin sehat sangat berharap pihak rumah sakit tetap
memberikan pelayanan terbaik, meskipun tidak harus mengeluarkan
biaya karena sudah mendapat jaminan dari pemerintah.
Di sejumlah daerah muncul permasalahan berkaitan dengan
klaim RSUD terhadap PT Askes, seperti terjadi di Tasikmalaya,
Jawa Barat yang tunggakan klaimnya mencapai Rp3,845 miliar.
Akibat besarnya tunggakan Askeskin tersebut membuat pihak
rumah sakit dihadapkan pada kondisi sulit dalam memberikan
pelayanan terhadap keluarga miskin. Apabila kondisi ini terus
berlarut-larut tidak hanya akan membuat pihak rumah sakit
mengalami kerugian tapi keluarga miskinpun dirugikan karena tidak
bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
Dirut RSUD Tasikmalaya Dr Wasisto melalui Kabag Keuangan
Efendi yang didampingi oleh Kasubagnya Dodi, kepada Pelita
menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan
terhadap keluarga miskin, pihak rumah sakit sekarang ini terpaksa
melakukan efisiensi dan pemanfaatan fasilitas yang ada.
Rumah sakit tidak bisa memberi jaminan kepada masyarakat
miskin apabila dana Askeskin belum juga dibayarkan, pihak rumah
sakit tidak bisa menjamin kelangsungan pemberian layanan terhadap
keluarga miskin. Sekarang saja persediaan obat-obatan sangat
terbatas.
Bantuan Pemda
Pemerintah daerah (Pemda) memberikan bantuan untuk mengatasi
kesulitan rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan pada
keluarga miskin.
Walikota Tasikmalaya telah memberikan bantuan untuk rawat
inap keluarga miskin selama September-November 2007. Bantuan dari
walikota tersebut walaupun sifatnya sebagai dana talangan dan
terbatas hanya untuk keperluan rawat inap selama 3 bulan saja,
tapi telah membantu pihak rumah sakit tetap bisa memberikan
pelayanan yang prima terhadap keluarga miskin.
Jumlah keluarga miskin yang berobat ke RSUD Tasikmalaya
tercatat 800 orang yang rawat inap dan 2.000 orang yang rawat
jalan.
Selain di Tasikmalaya, PT Askes Karawang memiliki tunggakan
Askeskin kepada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang
dan Purwakarta 31 Desember 2007 mencapai Rp4,134 miliar. Namun
pihak Askes Karawang tidak dapat menyebutkan secara rinci berapa
besar utangnya kepada pihak RSUD.
Kami terakhir membayar kepada pihak RSUD Karawang sampai 31
Desember 2007 sebesar Rp2,9 miliar. Jadi tunggakan PT Askes
Karawang dan Purwakarta sebesar Rp4,134 miliar termasuk biaya
obat-obatan, kata Hubungan Pelanggan PT Askes Karawang Harslan
Herwin.
Utang Askeskin periode Januari-Februari tahun 2008 hingga
saat ini belum ada kejelasan karena belum ditunjuk siapa
pelaksana tim verifikasi Askeskin. Keterlambatan pihak PT Askes
Cabang Karawang untuk membayar pengobatan peserta Askeskin bagi
Rumah Tangga Miskin (RTM) kepada pihak RSUD karena hal ini dia
juga menunggu kebijakan pusat atau kucuran dana dari Menteri
Kesehatan.
Selain itu berdasarkan hasil rapat forum konsultasi PT Askes
dengan Pemkab Karawang untuk pelayanan RSUD bagi PNS golongan I
dan II dikenakan cost sharing dan dianggarkan dari APBD
Karawang. Untuk tahun 2008 ini pihak Askes Karawang menambah
pelanggan lagi bagi pelayanan kesehatan untuk PNS golongan III
dan IV. Diakuinya, jumlah peserta Askes PNS Kabupaten Karawang
sebanyak 72.000 orang.
Tetap beri pelayanan
Sementara manajemen RSUD milik Pemkab Tangerang, belum
mengenal kata jenuh melayani pasien dari keluarga miskin, meski
PT Askes belum membayar tunggakan sebesar Rp7 miliar, selama tiga
bulan dalam tahun 2007.
Menurut Wakil Direktur RSUD dr Bambang Wisnubroto yang
didampingi Kasubid TU H Dariyanto pihaknya mengakui nilai
tunggakan dana Askeskin cukup besar, namun tetap melayani secara
optimal.
Mengatasi besar tunggakan, pihak manajemen RSUD terpaksa
menggunakan hasil keuntungan dari pasien mampu dan dana APBD
2007. Karena itu, lanjut Bambang, pihaknya lebih selektif
menerima pasien dari keluarga tidak mampu terutama dalam mendata
administrasi Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) harus asli guna
menghindari salah sasaran.
Data yang diperoleh dari RSUD Tangerang, tercatat, jumlah
pasien yang menggunakan program Askeskin dalam tahun 2007,
mencapai 10.500 pasien. Rinciannya, 6.864 pasien warga Kabupaten
Tangerang 3.477 pasien dari warga Kota Tangerang, dan 159 pasien
warga luar Tangerang.
Bambang menyebutkan, pembayaran dana Askeskin sejak Januari-
Oktober 2007, sebesar Rp35 miliar berjalan sesuai rencana, hanya
saja tiga bulan mengalami penundaan pembayaran dari PT Askes.
RSUD tahun anggaran 2008 akan menerima APBD sebesar Rp65 miliar,
sebelumnya hanya Rp5,4 miliar. (tim pelita)

-----------------------------------------------
Tabel tunggakan Askeskin di beberapa rumah sakit
---------------------------------------------------
Makassar Rp183 juta
Jeneponto Rp300 juta
Muara Teweh Rp500 juta
Buntok Rp700 juta
Sampit Rp700 juta
Kota Waringin Barat Rp800 juta
Depok Rp1 miliar
Soreang Rp1,5 miliar
Majalengka Rp1,5 miliar
Indramayu Rp1,6 miliar
Kuningan Rp1,9 miliar
Sulawesi Tenggara Rp2,44 miliar
Cianjur Rp2,6 miliar
Lombok Timur Rp2,9 miliar
Cibinong Rp3,2 miliar
Tasikmalaya Rp3,845 miliar
Serang Rp4 miliar
Sumedang Rp4 miliar
Palangkaraya Rp4,5 miliar
Karawang dan Purwakarta Rp4,134 miliar
Tangerang Rp7 miliar
Malang Rp18 miliar

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
KB Harus Jadi Pilar Pembangunan
Askes Kesandung Askeskin?
Anak yang Kurang Tidur, Tubuhnya akan
Dokter Juga Bingung
Musnahkan Susu Mengandung Bakteri