Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 23 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
KB Harus Jadi Pilar Pembangunan
[Kesehatan]

KB Harus Jadi Pilar Pembangunan

BADAN Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mulai menggalakkan Program KB Mandiri. Pada Lingkaran Biru KB yang melibatkan pihak swasta, pemerintah menyediakan untuk masyarakat miskin sejumlah 30 persen dari pasangan usia subur. Untuk itu Pelita mewawancarai Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Prof Dr dr Farid Anfasa Moeloek. Berikut petikannya.

Lingkaran Biru (Libi) KB yang dulu terkenal dalam iklan ya..ya..ya itu, kini di relounching, bagaimana pendapat Anda?
Kita harus menyambut positif, apalagi ini ada peranserta pihak swasta yang mendukung tersedianya alat dan obat kontrasepsi. Dengan demikian pelayanan KB dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah hanya menyediakan layanan gratis bagi yang miskin. Libi ini kan dirancang untuk melayani KB bagi orang yang mampu.
Jadi seberapa pentingkah KB bagi Indonesia?
KB bukan hanya penting bagi Indonesia tetapi seluruh dunia pun mengakui bahwa KB memegang peranan bukan hanya sekedar mengendalikan penduduk saja. Banyak hal yang bisa dicapai dengan KB. Keluarga yang mengikuti KB bisa menghasilkan SDM yang berkualitas.
Global warming pun sangat terkait dengan KB. Jika manusia ini banyak, otomatis menyumbangkan CO-2 (carbon dioksida) semakin banyak. Artinya, untuk menjaga lingkungan ini tetap sehat bagi kehidupan tentu harus dapat menekan laju pertumbuhan penduduk. Jadi tujuan KB itu ke arah demografi dan kesehatan.
Betul kata Koffi Annan saat itu bahwa tanpa pengendalian penduduk MDGs (Millenium Development Goals) tidak akan tercapai. Apalagi golongan miskin yang lebih banyak memberi banyak anak yang notabene menambah kemiskinan lagi.
Pertumbuhan ekonomi kita maju juga tidak ada artinya kalau tidak diimbangi dengan pertumbuhan penduduk yang ideal. Coba bayangkan kalau kita punya kue harus dibagi orang banyak, bagian itu tentu jadi kecil-kecil kan?
Apakah KB bisa menjadi isu politik
Seharusnya demikian. Pertumbuhan ekonomi dan sosial memang harus seimbang. Oleh karena itu seharusnya KB menjadi pilar pembangunan agar seluruh rakyat bisa menikmati kemakmuran dan keadilan dari hasil pembangunan. Jadi KB itu bisa berujung pada sektor ekonomi, demografi, dan kesehatan.
Apakah setiap tenaga kesehatan khususnya dokter bisa melayani KB?
Dokter-dokter praktik sekarang harus melalui uji kompetensi kedokteran. Uji tersebut antara lain komunikasi informasi dan edukasi. Para dokter harus mampu memberikan KIE soal kesehatan reproduksi, termasuk KB, penyakit HIV-AIDS, hingga masalah kesehatan seks.
Jadi dokter-dokter baru pun sekarang sudah disiapkan bisa melayani KB, bisa memasang alat kontrasepsi perempuan dan dapat melakukan operasi medis laki-laki (vasktomi) dan operasi medis perempuan (tubektomi). Pasien atau klien bisa memilih dokter laki-laki atau perempuan, sama saja.(dew)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Askes Kesandung Askeskin?
Anak yang Kurang Tidur, Tubuhnya akan
Dokter Juga Bingung
Musnahkan Susu Mengandung Bakteri
Mereposisi KB Sesuai MDGs