Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 23 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Anak yang Kurang Tidur, Tubuhnya akan
[Kesehatan]

Anak yang Kurang Tidur, Tubuhnya akan Lebih Pendek

HARI itu raut muka Linda terlihat sembab. Lingkaran hitam di bawah matanya mempertegas kelelahan di wajahnya. Meski berusaha tampil bersemangat, namun akhirnya ibu satu anak ini hanya bisa bersandar di kursi kerjanya.
Saya kurang tidur, semalaman bayi saya terus terbangun. Ada saja yang membuatnya bangun, ujar Linda yang baru saja masuk kantor setelah cuti melahirkan tiga bulan lalu.
Dia mengaku tidak tahu apa yang harus dilakukannya agar anak kesayangannya bisa tidur nyenyak. Pasalnya, bukan hanya Linda yang tidak bisa istrihat, sang suami yang harus bekerja pun harus mengalami nasib yang sama.
Hal yang sama juga dialami Nia, yang mengaku kerepotan mengajak dua anak kembarnya tidur. Wanita yang bekerja di sebuah instansi pemerintahan ini, butuh waktu berjam-jam untuk membuat anak-anaknya tertidur. Kalau malam, selalu saja ada yang bangun. Ada yang nangis, ada yang minta susu. Waduh pokoknya repot banget deh, tuturnya.
Mungkin Linda dan Nia hanya potret segelintir ibu pekerja yang kekurangan jam istirahat karena anaknya mengalami gangguan tidur. Padahal, tidur anak memiliki peranan terpenting dalam tumbuh-kembang anak.
***
DOKTER Rini Sekartini, SpAK mengungkapkan tidur memiliki peranan penting dalam pertumbuhan anak karena pada saat tidur terjadi proses pengeluaran hormon pertumbuhan. Anak yang memiliki gangguan tidur otomatis akan terganggu pertumbuhannya, misalnya tubuh lebih pendek daripada anak yang tidurnya cukup, jelasnya.
Selain itu, ganguan tidur juga dapat mempengaruhi sistem imunitas anak, perkembangan fungsi hormon, metabolisme tubuh, sistem jantung dan pembuluh darah, serta proses belajar dan daya ingat. Kualitas tidur anak berpengaruh terhadap memori dan daya tangkap anak saat belajar, tambah dr Rini.
Sayangnya, lanjut dr Rini, hal ini kerap luput dari perhatian orang tua. Berdasarkan penelitian yang ditujukan pada orang tua di lima kota besar di Indonesia yakni Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, dan Batam terungkap 72,2 persen orang tua menganggap masalah tidur pada bayi dan Balita hanya merupakan masalah kecil.
Berdasarkan penelitian yang sama juga terungkap bahwa 44 persen bayi dan Balita di Indonesia mengalami gangguan tidur. Di antaranya sering terbangun di malam hari dan jumlah jam tidur kurang yang dari normal.
Masalah gangguan tidur pada anak juga terjadi di negara-negara lain seperti di Swiss, sebanyak 20 persen anak usia tiga tahun terbangun setiap malam. Sedangkan di Amerika, 84 persen anak usia 1-3 tahun mempunyai masalah tidur yakni sulit untuk tidur atau terbangun pada malam hari pada anak usia tiga tahun. Sementara di China 23,5 persen anak usia 2-6 tahun mempunyai masalah tidur yang dilaporkan orang tua.
Perkembangan pola tidur normal, lanjut dr Rini, adalah dimana masa tidur siang anak akan berkurang sejalan dengan bertambahnya umur. Anak usia di atas empat tahun sebenarnya tidak perlu tidur siang. Yang penting, pada malam hari anak bisa tidur 12 jam, jelasnya.
***
DOKTER Rini menjelaskan total waktu tidur yang dibutuhkan bayi usia 0-3 bulan mencapai 16-20 jam. Biasanya dalam setiap 1-4 jam diikuti 1-2 jam bangun. Pada masa ini jumlah jam tidur siang sama dengan tidur malam. Gangguan tidur pada masa ini hanya disebabkan trauma lahir dan periode tidur yang lebih pendek pada bayi yang minum ASI.
Sedangkan anak yang usianya 3-12 bulan membutuhkan 14-15 jam tidur dalam satu hari. Khusus untuk anak usia 4 bulan total waktu yang dibutuhkan untuk tidur sebanyak 13-14 jam, dan pada usia 6 bulan butuh 11 jam untuk tidur pada malam hari dan 2-3 jam pada siang hari.
Menginjak usia 1-3 tahun anak membutuhkan total 12-14 jam waktu tidur. Anak yang terbangun pada malam hari, umumnya disebabkan rutinitas dan rasa takut. Pada usia ini, anak juga kerap mengalami gangguan di awal tidur atau menolak diajak untuk tidur.
Saat anak anda terbangun di malam hari, anda harus bisa lebih peka mengenali apa yang membuatnya tidak nyaman. Faktor fisik akan lebih mudah dikenali dengan mengamati apakah anak lapar atau terjadi kelainan pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran nafas, saluran kemih, otot dan tulang.
Sementara gangguan tidur yang disebabkan faktor psikis dapat anda amati dari perkembangan anak, pola asuh, kualitas attachment/bounding, temperamen, dan aktivitas anak pada siang hari.
Jika gangguan ini terjadi pada anak, maka kualitas dan kuantitas tidur anak akan berkurang. Hal ini bisa terlihat dari jumlah jam tidurnya yang kurang dari normal, sulit memulai tidur, sering terbangun pada malam hari, bila terbangun susah tertidur kembali, dan selama tidur anak menjadi rewel, sering menangis, menjerit, ketakutan, menggesekkan gigi, serta mengorok.
Setiap orang tua pasti tidak menginginkan anaknya mengalami ganguan tidur, karena ganguan tidur pada anak juga berdampak pada gangguan keluarga. Di antaranya, meningkatkan stres orang tua, depresi ibu, orang tua atau pengasuh tidak akan bisa menikmati tidur cukup.
***
NAMUN, bagi para orang tua yang anaknya mengalami gangguan tidur saat ini tidak perlu putus asa. Banyak cara yang bisa ditempuh agar anak anda bisa tidur nyenyak. Langkah ini harus diawali dengan pengetahuan untuk mengetahui gangguan tidur apa yang terjadi pada anak anda.
Dr Rini menguraikan beberapa tahapan untuk mengatasi masalah tidur, jika gangguan yang terjadi pada fisik anak anda berarti anda harus mengatasi dengan melakukan pengobatan misalnya pada gigi, telinga, kulit, saluran cerna, saluran nafas, saluran kemih, otot, dan tulang.
Namun, jika masalah yang terjadi pada anak adalah gangguan psikis berarti anda harus dapat memperbaiki pola asuh yakni dengan meningkatkan kualitas attachment/bounding, kenali temperamen, serta kurangi aktivitas menjelang tidur.
Jangan biarkan anak bermain yang mengakibatkan rasa lelah berlebih menjelang tidur karena bisa menyebabkan anak sulit tidur. Tayangan televisi yang menyeramkan pun sebaiknya tidak diperlihatkan pada anak untuk menghindari mimpi buruk, papar dr Rini.
Faktor lingkungan adalah bagian yang tak kalah pentingnya dalam mengatasi gangguan tidur pada anak. Misalnya, tidak menempatkan televisi, radio, dan mainan berada di kamar tempat tidur anak, dan hindari minuman coklat atau kopi sebelum tidur, makan dan minum diusahakan 1-2 jam sebelum tidur, dan saat waktu tidur bentuk suasana misalnya pada malam hari biarkan gelap agar anak bisa membedakan waktu malam dan siang hari.
Gangguan tidur anak kerap terjadi pada anak yang orang tuanya bekerja. Terutama anak yang masih tidur satu tempat tidur dengan orang tuanya. Di sinilah, dr Rini mengingatkan pentingnya untuk melatih anak-anak untuk bisa belajar mandiri dengan tidur sendiri di kamarnya. Menyapih anak untuk tidur di kamarnya sendiri tidak kalah pentingnya dengan menyapih anak untuk tidak lagi minum ASI, tambah dr Rini.
Untuk membuat anak tidur lebih baik salah satu langkah yang disarankan adalah dengan memandikan anak dengan air hangat pada sore hari, memijatnya, dan membacakan dongeng atau buku sehingga anak lebih mudah tertidur.
Langkah ini juga yang menjadi inspirasi sebuah produk untuk membantu bayi dan Balita tidur nyenyak. Jhonson\'s Baby Bedtime yang mengandung Natural Calm dari ekstrak Jasmine Blossoms yang dapat membantu bayi/Batita merasa tenang, rileks, sehingga tidur lebih nyenyak.
Produk ini mengenalkan tiga langkah istimewa yang bisa dilakukan para ibu sebelum tidur. Langkah pertama diawali dengan memandikan bayi atau Batita dengan air hangat, dilanjutkan dengan pemijatan. Langkah terakhir adalah dengan menenangkan bayi atau Batita anda pada masa tenang sebelum tidur.
Langkah ini bisa diawali dengan mendengarkan musik lembut atau membacakan dongeng. Untuk lebih memaksimalkan tahap ini bisa digunakan Jhonson\'s Baby Bedtime Powder agar aroma Natural Calm dapat membuatnya menjadi lebih tenang dan rileks.
Setelah dua minggu melakukan langkah istimewa produk Jhonson\'s Baby Bedtime, terbukti klinis mampu mengurangi 37 persen waktu menidurkan bayi dan mengurangi 37 persen frekuensi bayi yang terbangun pada malam hari.
Marketing Manager Ny Lita S Bandar mengungkapkan produk ini adalah hasil kerjasama Jhonson and Jhonson dengan para dokter anak dan ahli tidur guna menciptakan rangkaian produk inovatif agar para bayi bisa tidur lebih nyenyak.
Jadi, jika ingin buah hati anda tumbuh menjadi anak yang pintar dengan tubuh tinggi serta kesehatannya selalu terjaga, ternyata bukan hanya asupan makanan bergizi yang harus anda perhatikan tapi juga pola tidur anak anda.(elly anisyah)


 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Dokter Juga Bingung
Musnahkan Susu Mengandung Bakteri
Mereposisi KB Sesuai MDGs
Akses Penca Belum Terpenuhi
Ojek Ambulans Jadi Penyelamat Ibu Hamil