Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Musnahkan Susu Mengandung Bakteri
[Kesehatan]

Badan POM
Musnahkan Susu Mengandung Bakteri

Jakarta, Pelita
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Dr Husniah Rubiana Thamrin Akib menjelaskan pihaknya telah memanggil produsen susu formula yang mengandung bakteri enterobacter sakazakii dan meminta produk tersebut dimusnahkan.
Produk tersebut baru boleh beredar kembali setelah dilakukan pemeriksaan dengan hasil memenuhi syarat, kata Husniah di Jakarta, Selasa (26/2).
Husniah menyatakan pemerintah sangat memperhatikan kemungkinan pencemaran mikroba dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah tentang Air Susu Ibu (ASI) agar pada usia 0-6 bulan bayi hanya diberi ASI.
Tidak menutup kemungkinan pada keadaan tertentu dibutuhkan susu formula. Untuk itu perlu diperhatikan cara penyiapan botol, kebersihan dot dan air yang digunakan serta kebersihan penyaji, paparnya.
Menjawab pertanyaan yang masuk kepada Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Badan POM, Husniah menjelaskan enterobacter sakazakii adalah bakteri gram-negatif yang tahan panas dan tidak membentuk spora.
Secara klinis cemaran bakteri tersebut dapat menimbulkan diare dan jika tidak diobati dapat menimbulkan dehidrasi yang dapat berakibat fatal.
Kemungkinan cemaran microba enterobacter sakazakii di susu formula itu juga telah diinformasikan oleh World Health Assembly (WHA) dan dilanjutkan dengan sebuah resolusi agar WHO (Badan Kesehatan Dunia) dan FAO (Badan Pangan Dunia) menyiapkan pedoman, pesan edukasi, dan pelabelan produk tentang penyiapan, penyimpanan, dan penanganan susu formula.
Badan POM telah melakukan pengawasan susu formula melalui premarket evaluation sebelum pemberian izin edar dan post market control setelah produk beredar. Kami telah melakukan pemeriksaan cemaran mikroba secara rutin, jelasnya.
Perlu kajian lagi
Secara terpisah, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mempertanyakan hasil penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) menyebutkan 22 produk susu formula yang tercemar bakteri. Alasannya selama ini belum ada wabah terkait hasil penelitan itu.
Sebaiknya ada kajian lagi soal cemaran bakteri itu untuk membuktikan kebenaran hasil penelitiannya misalnya terjadi wabah akibat minum susu tersebut, katanya di Jakarta, Selasa (26/2).
Sementara itu Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Badan POM segera mengumumkan nama produk yang tercemar agar tidak meresahkan masyarakat. Untuk itu YLKI telah mengirim surat kepada lembaga yang mengawasi dan memberi izin edar kepada produsen makanan dan obat itu.
Masyarakat khususnya keluarga yang memiliki anak Balita pun mulai resah karena bingung memilih produk susu formula yang aman untuk anaknya. Saya bingung mau milih susu yang mana nih yang aman, seharusnya cepat diumumkan secara jelas, jangan setengah-setengah dong, kata Dian, warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat.(dew)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Mereposisi KB Sesuai MDGs
Akses Penca Belum Terpenuhi
Ojek Ambulans Jadi Penyelamat Ibu Hamil
Kelompok Usaha Perangi AIDS
Es Krim Lezat Bisa Jadi Obat Langsing