Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 30 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Banda Aceh Inflasi Tertinggi di Sumatera
[Otonomi Daerah]

Banda Aceh Inflasi Tertinggi di Sumatera

Banda Aceh, Pelita
Banda Aceh tercatat sebagai kota inflasi tertinggi di Sumetara pada Desember 2007, yakni 3,76 persen atau terjadi kenaikan Indek Harga Konsumen (IHK) dari 193,2 pada November menjadi 200,28.
Sedangkan Kota Lhokseumawe juga terjadi inflasi 0,23 persen atau kenaikan IHK dari 157,44 pada November menjadi 157,80 pada Desember 2007, kata Kepala bidang distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Azhar M Yatim di Banda Aceh, Rabu (2/1).
Laju inflasi tersebut terjadi disebabkan naiknya permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa berkenaan dengan hari raya Idul Adha 1428 Hijriah serta menurunnya pasokan beberapa jenis barang dan jasa.
Untuk inflasi setahun (year or year) Kota Banda Aceh meningkat menjadi 11,00 persen dan Kota Lhokseumawe sebesar 4,18 persen katanya seperti dikutip Antara.
Berdasarkan kelompok barang dan jasa, inflasi tertinggi di Kota Banda Aceh terjadi pada kelompok bahan makanan dengan inflasi 9,11 persen, sementara pada kelompok sandang mengalami inflasi sebesar 1,51 persen.
Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,34 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,41 persen, kesehatan 0,26 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,13 persen, sementara transpor, komunikasi dan jasa keuangan masih relatif stabil.
Beberapa jenis barang dan jasa memberi andil tertinggi terhadap naiknya IHK di Kota Banda Aceh sepanjang Oktober 2007 antara lain, tongkol sebesar 24,29 persen, udang basah 20, 49 persen, bawang merah 55,29 persen, dencis 12,82 persen dan kelapa 24,44 persen.
Selain itu, selama Desember 2007, tercatat semua kota di Sumatera mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Banda Aceh sebesar 3,76 persen, diikuti Jambi 1,88 persen dan Medan 1,67 persen.
Dari pengamatan terhadap perkembangan harga barang dan jasa menurut kelompok dan subkelompok, diperkirakan pada Januari 2008 Kota Banda Aceh akan mengalami inflasi relatif kecil, namun tidak tertutup kemungkinan terjadi deflasi, demikian Azhar M Yatim. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Lebih Dari 300 Jamaah Haji Kloter-7 Asal Aceh Tiba
Pesta Kembang Api Warnai Pergantian Tahun di Banda Aceh
Kajati Aceh Beri Batas Waktu Tiga Bulan
Sebuah Refleksi: Pembangunan Aceh, untuk Rakyat atau Elit?
Patroli Ditingkatkan Cegah Perampokan Bersenjata Jelang Hari Raya