Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Banda Aceh Jadi Bandar Wisata Islami di Indonesia
[Otonomi Daerah]

Banda Aceh Jadi Bandar Wisata Islami di Indonesia

Banda Aceh, Pelita
Pemerintah berupaya mewujudkan Kota Banda Aceh sebagai Bandar wisata Islami di Indonesia, sebagai upaya menarik minat wisatawan domestik dan mancanegera, pascatsunami 26 Desember 2007.
Kami berharap dukungan semua pihak untuk mewujudkan Banda Aceh sebagai \'Bandar wisata Islam\', guna meningkatkan PAD dan ekonomi masyarakat di sektor jasa pariwisata itu kata Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa\'aduddin Djamal, Rabu (12/12).
Disela-sela lokakarya pengembangan kawasan sentral industri Ija (kain) dan Bajee (baju) Aceh, ia menambahkan, program tersebut bertujuan untuk mewujudkan kota Banda Aceh yang Islami, tertib, indah dan nyaman.
Potensi fisik untuk mendukung pengembangan sektor wisata dinilai masih bisa didapat, antara lain berbagai situs sejarah, kehidupan masyarakat yang Islami serta beberapa objek tsunami, katanya menambahkan.
Melalui program pengembangan sektor pariwisata, ia berharap, masa kejayaan Darussalam (kota Banda Aceh) yang pernah terukir dalam sejarah peradaban dunia, bisa bangkit kembali di era globalisasi ini.
Untuk itu, Pemkot Banda Aceh terus membenah diri dan memperbaiki berbagai infrastruktur pendukung seperti drainase (saluran air), lingkungan sehat dan ketersediaan transportasi yang cukup dan memadai.
Transportasi tidak hanya darat, tapi kita akan pikirkan untuk Krueng (sungai) Aceh, yang tujuannya untuk kelancaran masyarakat dan wisatawan menikmati objek menarik sepanjang sungai bersejarah ini, kata Illiza Saaduddin.
Selain itu, penyediaan makanan di restroran serta warung-warung nasi dan kopi juga harus mencirikan Islami yakni bersih (halal), sehingga akan mengesankan bagi pembeli terutama wisatawan yang berkunjung di Kota Banda Aceh.
Pengembangan sektor pariwisata itu cukup banyak manfaatnya, baik bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan sumber PAD bagi pembiayaan proyek-proyek pembangunan di kota berjuluk Serambi Makkah ini. (ant/jon)



 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pojok BEJ Belum Memasyarakat di Aceh
Disnak Persiapkan 23 Ribu Ekor Hewan Kurban
Pakar: Koordinasi Eksekutif Lemah Perlambat Pertumbuhan Ekonomi
Perlu Keberanian Masyarakat Berantas Kriminal di Aceh
Program DBD Wacth Jangan Sekadar Seremonial