Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pojok BEJ Belum Memasyarakat di Aceh
[Otonomi Daerah]

Pojok BEJ Belum Memasyarakat di Aceh

Banda Aceh, Pelita
Pojok Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang hadir di Banda Aceh sejak tiga bulan terakhir belum dikenal luas masyarakat dan baru dimanfaatkan oleh kalangan pengusaha meski masih terbatas.
Sudah dua bulan Pojok BEJ hadir di Aceh tetapi masih pada kalangan terbatas, kita inginkan semua orang menikmati fasilitas ini, kata pengamat ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Prof Said Muhammad di Banda Aceh, Rabu (12/12).
Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah itu mengatakan, saat ini baru sekitar 50 orang yang menginvestasikan uangnya di Pojok BEJ dengan total investasi sebesar Rp500 juta.
Karena itu, dia menilai masih kurangnya pemahaman masyarakat Aceh mengenai pasar modal di samping sosialisasi yang masih lamban dan hanya untuk kalangan tertentu saja menjadi kendala.
Menurut dia, sosialisasi telah dilakukan khususnya melalui seminar dan media massa namun diakui belum secara luas sehingga ke depan perlu dilakukan dalam bentuk selebaran atau pamflet.
Dia mengatakan, dengan adanya Pojok BEJ diharapkan masyarakat bisa menyimpan uangnya dan membedakan dengan deposito.
Saya melihat penghasilan masyarakat di Aceh cukup baik dan kalau mereka tahu mengenai Pojok BEJ ini barangkali akan memanfaatkannya. Saya yakin ke depan Pojok BEJ ini akn berkembang, kata Said seperti dilansir Antara.
Pojok BEJ resmi hadir di Aceh sejak Rabu 5 September 2007 yang dipusatkan di Fakultas Ekonomi Unsyiah, yang diresmikan Rektor Unsyiah, DR Darni M Daud MA disaksikan Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany.
Pendirian Pojok BEJ di Aceh tersebut dengan alasan daerah yang luluh lantak akibat tsunami 2004 itu dinilai potensial untuk pengembangan pasar modal Indonesia dan meningkatkan jumlah investor domestik. (jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Disnak Persiapkan 23 Ribu Ekor Hewan Kurban
Pakar: Koordinasi Eksekutif Lemah Perlambat Pertumbuhan Ekonomi
Perlu Keberanian Masyarakat Berantas Kriminal di Aceh
Program DBD Wacth Jangan Sekadar Seremonial
Kalangan Swasta Dominasi Kasus Narkoba di Aceh