Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Hati-hati Produk Makanan yang Belum Bersertifikat Halal
[Kesehatan]

Hati-hati Produk Makanan yang Belum Bersertifikat Halal

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) dan LPPOM-MUI memberikan imbauan dan seruan kepada masyarakat muslim untuk berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak terjamin kehalalannya. Karena memasuki puasa Ramadhan di pasaran ditemukan produk makanan seperi daging sapi dicampur dengan daging babi. Bagaimana menyikapi dan mewaspadai masalah ini, Pelita mewancarai Ketua Komisi Fatwa MUI, KH Maruf Amin.

Bagaimana tanggapan kiai mengenai berita adanya produk daging sapi di pasaran yang ditemukan telah dicampur daging babi? Saya cukup prihatin adanya kabar oknum pedagang yang berani mencampur daging sapi dengan daging babi. Karena jelas dengan perlakuan demikian pedagang tidak lagi bermoral dan telah melanggar etika dalam berbisnis dengan tindakan mencampur yang halal dengan yang haram. Selain itu tindakan tersebut telah mencederai kejujuran dalam berdagang dan itu adalah tindakan penipuan kepada pembeli.
Lalu melihat kejadian demikian apa yang harus dilakukan dan yang perlu diwaspadai pembeli agar tidak mengkonsumsi yang haram?
Tentunya kepada masyarakat muslim diminta untuk tetap mewaspadai dan selektif terhadap berbagai macam produk makanan yang belum memenuhi kriteria halal dan terlebih dalam mengkonsumsinya. Perlu diketahui masyarakat diminta untuk tidak menggunakan dan mengkonsumsi makanan yang tidak mempunyai sertifikasi halal dari MUI, karena apa yang sudah disertifikasi halal oleh MUI dijamin kehalalannya dan menjadi tanggung jawab MUI.
Selama ini bagaimana efektifitas seruan yang dikeluarkan MUI tentang penggunaan produk halal kepada masyarakat luas?
Kami (MUI) sudah melakukan seruan dan sosialisasi hingga ke daerah bahkan sampai kecamatan, akan pentingnya bagi masyarakat untuk mengkosumsi produk makanan yang telah mendapatkan sertifikasi halal dan tidak mengkosumsi produk apapun yang tidak bersertifikasi halal. Namun apa yang sudah diserukan MUI kembali dan terpulang kepada masyarakat akan kesadarannya untuk selalu mengkonsumsi yang halal.
Berbicara kesadaran dan kewaspadaan masyarakat, apakah kiai menilai kesadaran masyarakat saat ini tinggi untuk mengkonsumsi makanan yang halal?
Selama ini saya menilai kesadaran masyarakat terhadap konsumsi makanan halal dan menghindari yang haram masih kurang. Kurangnya kewaspadaan untuk tidak konsumsi atau membeli makanan yang haram, pada umumnya bukan karena ketidaktahuan, akan tetapi karena kesembronoan dan terlalu menganggap enteng masalah tersebut dan sikap inilah yang menjadi masalah besar.
Kemudian apakah selama ini para pedagang dan pemilik produk makanan sudah melakukan sertifikasi halalnya kepada MUI?
Bisa dikatakan bahwa saat ini masih banyak sebagian produk makanan yang belum disertifikasi halal dari MUI, kendatipun ada pula yang sudah mendaftarkan sertifikasi halalnya kepada MUI. Dan masih banyaknya produk makanan yang belum mendaftarkan sertifikasi halalnya kepada MUI, karena mereka menganggap hal itu bukanlah wajib sehingga tidak terlalu penting, toh nanti ada saja pembeli yang akan membeli dagangannya.
Oleh karena itu MUI pada dasarnya menginginkan setiap produk makanan untuk didaftarkan sertifikasi halalnya, agar masyarakat muslim Indonesia sebagai penduduk terbesar tidak mengalami kesulitan dan dijamin kehalalannya dalam mengkonsumsi makanan.
Secara tegas untuk tidak terjebak dalam mengkonsumsi yang haram, apa imbauan kiai?
Pertama, MUI kembali mengingatkan dan meminta kepada masyarakat jangan membeli makanan yang tidak memiliki sertifikasi halal atau diragukan kehalalannya. Dan masyarakat juga diminta untuk tidak sembrono dan tetap waspada terhadap makanan yang tidak punya sertifikasi halal dari MUI, kendatipun secara zhohir terlihat halal.
Untuk para pedagang juga diminta jujur dan tetap amanah dengan tidak mencampurkan dagangannya dengan barang yang haram, karena perbuatan tersebut adalah bukti penipuan. Masyarakat mungkin masih mentolerir kalau barang yang dibeli berbeda dari harga dan kualitas, namun kalau sudah menyangkut sifat halal suatu barang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan kepada pedagang yang melakukan demikian harus ditindak tegas agar tidak terulang dan merugikan para pembeli.(cr-9)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Anak Cacat Juga Punya Hak Menikmati Dunia
Diwaspadai, Swalayan Menjual Produk Kadaluwarso
Sekitar 1,7 Juta Balita Terancam Bergizi Buruk
Mabes Polri Sita Obat Dicampur Semen Putih
Dokter Puskesmas Manfaatkan Teknologi Geospasial