Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Senin, 23 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Diwaspadai, Swalayan Menjual Produk Kadaluwarso
[Kesehatan]

BPOM Beri \"Warning\" Distriobutor, Swalayan, dan Supermarket--
Diwaspadai, Swalayan Menjual Produk Kadaluwarso

Semarang, Pelita
Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang memberi warning (peringatan) kepada distributor, swalayan, dan supermarket agar tidak menjual produk kedaluwarsa menghadapi hari besar keagamaan nasional (HBKN) 2007.
Kita telah mengumpulkan mereka untuk diberi pengarahan agar tak menjual produk kedaluwarsa karena jika ketahuan akan terkena sanksi berat, kata Kepala Balai BPOM Semarang, Maringan Silitonga, di Semarang, Rabu (12/9).
Pemberian warning merupakan langkah untuk memberi sinyal mereka agar menjelang puasa, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru 2008 tidak menjual makanan/minuman kedaluwarsa karena bisa membahayakan jiwa konsumen.
Ia mengakui, menjelang HBKN biasanya diduga banyak distributor, supermarket, dan swalayan menjual produk kedaluwarsa sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan jika membeli makanan maupun minuman.
Tiga hari menjelang Lebaran hingga tujuh hari setelah Lebaran kita akan melakukan inspeksi di beberapa distributor, swalayan, dan supermarket untuk meneliti apakah mereka menjual produk kedaluwarsa atau tidak, jelasnya.
Maringan mengatakan, Balai BPOM berwenang melakukan pengawasan keamanan, mutu, dan gizi pangan yang beredar di pasaran agar produk yang dijual tidak membahayakan jiwa masyarakat yang mengonsumsinya.
Konsumen, katanya, harus teliti jika ingin membeli produk makanan/minukan dalam kemasan. Sebelum membeli lebih baik dilihat terlebih dahulu masa kedaluwarsa yang tertempel di setiap produk. Konsumen jangan sampai lengah, katanya.
Kita memberi peringtatan kepada masyarakat seluruh kabupaten/kota di Jateng aar berhati-hati jika ingin membeli produk kemasan. Jangan sampai mendapatkan produk kedaluwarsa ketika membeli barang dalam kemasan, katanya.
Sita jamu
Sebelumnya, BPOM Semarang, Jawa Tengah, menyita ribuan bungkus jamu yang mengandung bahan kimia obat yang berbahaya bagi kesehatan. Jamu-jamu tersebut disita dari seorang distributor di Jalan Pemuda Kudus, pada 23 Agustus lalu, kata Kabid Penyidikan dan Pemeriksaan BPOM Semarang, Agus Prabowo, di Semarang, Selasa.
Ia mengatakan, terungkapnya jamu-jamu berbahaya tersebut bermula dari adanya temuan dari petugas BPOM di sejumlah apotik dan sejumlah penjual obat-obatan di Semarang. Dari temuan tersebut, kemudian kami telusur asal jamu-jamu tersebut ,jelasnya.
Selain mengandung bahan kimia obat, kata dia, jamu-jamu yang berhasil diamankan tersebut sebagian besar juga tidak memiliki izin edar atau izin edarnya palsu.
Menurut dia, pelaku yang mengaku sebagai pemilik jamu-jamu ini bukan pemain baru dalam dunia jamu tradisional. Tahun 2005 lalu, kata dia, pemilik jamu-jamu berbahaya ini juga kedapatan mengedarkan jamu tradisional tanpa izin edar.
Waktu itu jumlahnya hanya sedikit, sehingga sanksi yang kami berikan hanya berupa sanksi administratif serta dilakukan pemusnahan jamu-jamu yang berbahaya itu, tegasnya.(oto)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Sekitar 1,7 Juta Balita Terancam Bergizi Buruk
Mabes Polri Sita Obat Dicampur Semen Putih
Dokter Puskesmas Manfaatkan Teknologi Geospasial
Perempuan Mapan Tidak Tertarik Dunia Politik
Hipertensi Pemicu Penyakit Ginjal