Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 25 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Djokovic, Federer dan Davydenko ke Semifinal Perancis
[Dunia Tasawuf]

Djokovic, Federer dan Davydenko ke Semifinal Perancis

Paris, Pelita
Petenis putra Serbia, Novak Djokovic melaju ke semifinal Perancis terbuka setelah menyingkirkan petenis Rusia Igor Andreev 6-3, 6-3, 6-3, Rabu (6/6), sekaligus merupakan sukses pertamanya pada turnamen Grand Slam.
Sementara Roger Federer akan membawa bekal rekor kemenangan sempurna 8-0 atas Nikolay Davydenko saat keduanya akan berhadapan di semifinal.
Petenis termuda yang tersisa di babak utama Djokovic (20) memberi pelajaran tenis bagi Andreev, untuk bergabung dengan dua petenis putri senegaranya, Jelena Jankovic dan Ana Ivanovic, pada semifinal turnamen di lapangan tanah liat itu.
Djokovic yang menjadi unggulan keenam akan menghadapi lawannya yang asal Spanyol, antara juara bertahan Rafael Nadal atau Carlos Moya, untuk memperebutkan satu tempat di final.
Petenis berusia 23 tahun Andreev, yang peringkatnya turun ke posisi 125 setelah tidak mengikuti turnamen selama enam bulan tahun lalu setelah operasi lutut, tidak pernah bisa mengimbangi permainan lawannya.
Djokovic yang merebut tiga gelar pada 2007 itu pernah tidak bisa melanjutkan pertandingan pada dua penampilan terakhirnya pada turnamen di Roland Garros itu.
Dia mundur dengan kesulitan untuk bernapas ketika melawan petenis Argentina Guillermo Coria pada babak kedua dalam debutnya dua tahun lalu.
Dia juga tertinggal 4-6, 4-6 ketika melawan Nadal saat dia mengundurkan diri karena cedera punggung pada perempatfinal tahun lalu.
Kali ini tidak hanya berbeda namun juga memastikan bahwa dia bermain bagus dengan membuat Andreev, yang biasa bermain di belakang garis, tidak memiliki kesempatan dalam pertandingan tersebut.
Federer
Federer kehilangan set di pertandingan Grand Slam untuk pertamakalinya sejak final AS Terbuka 2006, tetapi ia masih mampu melaju untuk ketigakalinya secara berturut-turut di semifinal Roland Garros setelah membukukan kemenangan 7-5, 1-6, 6-1, 6-2 atas Tommy Robredo.
Unggulan teratas itu bangkit dari kekalahan telak pada set kedua untuk membukukan kemenangan kedelapannya secara berturut-turut atas unggulan kesembilan asal Spanyol itu.
Di semifinal, Federer akan bertemu unggulan keempat asal Rusia, Nikolay Davydenko, yang mengalahkan Guillermo Canas, unggulan ke-19 asal Argentina 7-5, 6-4, 6-4 untuk memperebutkan tempat di final.
Salah satu dari delapan kemenangan Federer atas petenis Rusia berusia 26 tahun itu terjadi di lapangan tanah liat Hamburg 2005.
Davydenko adalah pemain yang baik dan saya selalu mengalami pertandingan yang ketat melawannya, kata Federer yang dipastikan akan sangat gembira jika dapat bertemu Canas yang bertanggung jawab atas dua dari empat kekalahannya pada 2007.
Sementara itu, Davydenko melaju ke semifinal keduanya di Perancis Terbuka dengan menyingkirkan Canas yang berharap dapat melaju ke final Roland Garros setelah menyelesaikan hukuman dilarang bertandingan selama 15 bulan akibat menggunakan doping.
Davydenko akan tampil di semifinal keduanya di Roland Garros setelah kalah dari petenis Argentina Mariano Puerta pada 2005. Puerta kemudian kalah di tangan Nadal pada final dan petenis Argentina itu dihukum karena terbukti menggunakan doping.
Davydenko dan Canas harus bermain selama 70 menit pada set pertama, namun petenis Rusia itu dapat memenanginya berkat permainan agresif. Ia mengakhiri pertandingan selama tiga jam, meski membukukan 64 kesalahan sendiri namun juga mengoleksi 62 kemenangan.
Saya tidak memiliki keberuntungan ekstra. Jika saya memenangi set pertama yang sangat melelahkan, mungkin segalanya menjadi berbeda, kata Canas yang peringkat dunianya naik menjadi 22 setelah terpuruk di posisi 514 selama menjalani hukuman.
Ia tampil di Grand Slam untuk pertamakalinya setelah hukuman itu selesai. Saya tidak dapat mengalahkannya, dan rasanya semakin pahit usai pertandingan karena saya ingin melaju lebih jauh, papar Canas. (har/rtr)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Shahwan: Pasukan Pelaksana Siap Laksanakan Rencana Keamanan
Manifestasi Nama-Nama Allah
KAJI FILSAFAT
Akibat Dusta
KAJI FILSAFAT