Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Dewan Kemasjidan Berperan Aktif Tingkatkan Pemahaman Keislaman
[Lemb Anak Indonesia]

Dewan Kemasjidan Berperan Aktif
Tingkatkan Pemahaman Keislaman
Banda Aceh, Pelita

Dewan Kemakmuran Mesjid Aceh (DKMA) diminta dapat berperan aktif dalam membantu penerapan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
\"Kita mengharapkan DKMA dapat terus berpartisipasi dalam mewujudkan penerapan syariat Islam di Aceh,\" kata Ketua Panitia Musyawarah Besar (Mubes) DKMA Drs H T Johan di Banda Aceh, Senin (9/4).
Pernyataan tersebut dikatakannya di sela-sela Mubes Pimpinan Pusat (PP) DKMA yang diikuti perwakilan pengurus masjid dari berbagai kabupaten/kota di provinsi paling ujung barat Indonesia itu.
Menurut dia, organisasi DKMA saat ini memfokuskan programnya dalam membangun dan memakmurkan masjid di seluruh Provinsi NAD, di samping pemantauan terhadap perdamaian dan perkembangan politik di berbagai negara.
T Johan mengharapkan program dan kinerja Dewan Kemakmuran Masjid di Aceh dapat ditingkatkan di berbagai daerah di provinsi NAD, sehingga peningkatan pemahaman masyarakat mengenai keislaman benar-benar tercapai.
\"DKMA yang merupakan organisasi kemasjidan dituntut untuk mampu berperan penuh dalam mensosialisasikan penerapan syariat Islam kepada masyarakat di berbagai wilayah di Aceh,\" katanya.
M Hasan Basry MA terpilih sebagai ketua DKMA periode 2007-2012 dalam Mubes PP yang dihadiri ratusan pengurus masjid di Aceh. Hasan Basry terpilih secara aklamasi dalam forum kemakmuran masjid tersebut.
Diperketat
Sementara itu, penerapan Syariat Islam di kawasan Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh diperketat, sehingga perempuan dan laki-laki yang berbusana tidak sesuai dengan hukum Islam dilarang masuk lokasi yang menjadi kebanggaan masyarakat di \"Serambi Mekkah\" itu.
Pemantauan Antara di lokasi, Sabtu-Minggu, mendapatkan bahwa beberapa remaja putri yang ingin masuk ke kawasan Masjid Baiturrahman tiba-tiba dilarang seorang pemuda yang berjaga di depan pintu gerbang, karena pakaiannya tidak mencerminkan seorang muslimat.
Meskipun remaja putri itu memakai jilbab namun mereka memakai celana jin dan baju hanya sepinggang, sehingga pinggulnya masih kelihatan berbentuk.
\"Sebenarnya kita sudah jauh-jauh hari memberitahu dengan menempel pengumuman di depan pintu gerbang masjid, tapi para remaja putri sepertinya tidak memperhatikan dan membacanya,\" kata Akmal, salah seorang anggota Ikatan Siswa Kader Dakwah (Iskada) Aceh.
Ia menyatakan, penerapan Syariat Islam harus dimulai dari kawasan masjid ini, sehingga masyarakat, khususnya wanita yang sudah baligh (dewasa) terbiasa menggunakan busana muslim yang sesuai dengan ajaran Islam.
Busana muslimat itu adalah memakai rok sampai menutupi mata kaki, baju lengan panjang dan sampai menutupi punggung, dan tidak ketat, sedangkan jilbab sampai menutupi dada.
\"Selain melarang, kami juga memberi nasihat di halaman masjid dengan pengeras suara tentang wajibnya berbusana muslim, diantaranya busana wanita diharapkan tidak menyerupai busana laki-laki dan dosanya apabila melanggar,\" ujarnya.
Dalam hadist Rasulullah SAW dikatakan, Allah akan melaknat wanita-wanita yang berbusana menyerupai gaya laki-laki, dan wanita-wanita yang menampakkan rambutnya kepada orang yang bukan muhrimnya, hukumnya haram, dan diakhirat mendapat siksa yang pedih.
Kawasan Masjid Raya Baiturrahman yang terletak di jantung Kota Banda Aceh itu selain tempat beribadah, juga dijadikan tempat rekreasi bagi warga pada sore hari, menjelang shalat Magrib.
Akmal menyatakan, apabila Syariat Islam tidak diperketat, maka dikhawatirkan masjid tersebut bisa dijadikan tempat maksiat, yakni perbuatan khalwat (mesum) para remaja.
\"Kami pernah menangkap pasangan laki-laki dan perempuan yang melakukan khalwat. Oleh karenanya, kita harapkan agar warga Banda Aceh sama-sama menegakkan hukum Islam. Kalau bukan kita siapa lagi,\" katanya.
Sementara itu, Humas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Wirzaini Usman menyatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada adik-adik dari Iskada yang begitu peduli untuk menegakkan Syariat Islam.
Dikatakannya, pihaknya tidak segan-segan menindak dan menasehati para warga yang melakukan pelanggaran hukum Islam.
Ia juga mengeluhkan remaja Aceh yang kurang peduli dengan Syariat Islam, sehingga di berbagai tempat di Banda Aceh dijadikan lokasi maksiat, seperti di kawasan lapangan Blang Padang.
Disebutkan, lapangan tersebut kini sudah dijadikan lokasi maksiat, karena dari 145 kasus khalwat sejak Januari hingga Maret 2007, sebanyak 70 kasus diantaranya diringkus petugas dan warga di daerah yang luasnya sekitar dua hektare itu. (ant/jon)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kekesalan Sang Kapten
Nuansa Ayu Jawadwipa, Raih Prestasi dengan Belajar
Madrasah Ibtidaiyah Negeri Bulaksari, Mengembangkan Minat Anak Terhadap Tanaman