Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Pemiliknya Sarjana Agama yang Bercita-cita Jadi UstadzToko Bunga
[Pariwisata]

Pemiliknya Sarjana Agama yang Bercita-cita Jadi Ustadz
Toko Bunga \"Setia Damai\" Cikini, se-Damai Harganya

\"KATAKAN dengan bunga\", ungkapan itu benar-benar mendunia, dan tak terbilang banyaknya orang di seluruh dunia yang \"mengatakan\" itu. Tapi, sebenarnya akan lebih bermakna dan menumbuhkan kenangan yang tidak terlupakan, ketika bunga-bunga itu berada di tangan ahlinya.
Ada beberapa tempat di Jakarta untuk membeli bunga seperti Rawabelong, Tebet, Barito, dan Cikini. Toko Bunga \"Setia Damai\" milik Ferry ini salah satu dari toko bunga yang cukup dikenal di Cikini. Toko bunganya menjadi langganan beberapa pejabat, pengusaha, bahkan selebritis seperti Ulfa Dwiyanti, Nurul Arifin, dan Rieke Dyah Pitaloka. Jika kita ke tokonya, dari kejauhan tampak beberapa pegawainya yang sedang merangkai bunga untuk pesanan. Mereka dengan ramahnya menawarkan beberapa jenis bunga kepada pembeli. Semua bunga dirangkai sangat bagus-bagus dan segar.
Kapan Ferry, pemilik toko bunga ini memulai usahanya?
\"Awalnya toko ini milik bapak saya yang telah berdiri sejak 35 tahun. Ibu saya telah meninggal dan ketika itu tidak ada lagi orang yang mengelola, maka bapak menarik saya untuk mengelola usaha ini dan saya sendiri juga keterusan menyenangi usaha ini,\" ungkap pria berusia 30 tahun ini yang sebelumnya pernah bekerja di bagian ekspedisi Telkom dan Bumiputera.
***
DI TOKO bunga ini selain tersedia dalam bentuk paket, rangkaian, lingkaran, atau papan ia juga menjual bunga eceran. Untuk memenuhi kebutuhan bunga di tokonya selain menerima dari supplier, Ferry juga selalu menyempatkan diri untuk berbelanja secara langsung.
Tak hanya bunga dari Jakarta saja yang ia sediakan. Untuk memenuhi dan menarik pelanggan ia juga menyuplai bunga dari daerah seperti bunga Aster dan Cryssan dari Bandung, bunga Sedap Malam dari Sukabumi, bahkan ia juga menyuplai bunga dari luar negeri seperti bunga Tulip dan Mawar Holland dari Belanda, Mawar dari China, Anggrek dari Singapura, dan Anggrek dari Thailand.
Selama membuka usaha bunganya di Cikini ia mengatakan bahwa dirinya tak pernah melakukan promosi. Ferry hanya melakukan promosi melalui teman-teman atau dari pelanggan satu ke pelanggan baru. Mungkin hal ini juga karena ditunjang lokasinya yang kebanyakan orang sudah banyak tahu.
Untuk mempertahankan dan menjaga kualitas bunganya bagi pelanggan, Ferry yang kebetulan tinggal di Batusari, Rawabelong, Jakarta Barat ini selain lebih suka berbelanja sendiri. Ia juga merangkai sendiri bunga-bunga di tokonya yang selanjutnya diteruskan oleh delapan pegawainya yang semuanya laki-laki Kecuali untuk jenis bunga papan ia menyerahkan sepenuhnya kepada pegawainya.
Bagi Ferry, pria asli Jakarta ini, usaha menjual bunganya di Cikini yang telah diturunkan dari bapaknya yang bernama Aseli bukanlah hal yang sulit, kini ia telah membuka cabang yang juga tidak jauh dari lokasi penjualannya sekarang, di bagian dalam Pasar Cikini.
\"Agar tidak ketinggalan mode dan tetap disukai pelanggan, saya juga harus mengikuti trend mode. Jenis bunga apa yang lagi trend dan model rangkaian apa yang baru muncul,\" katanya. Kelebihan dari toko bunganya terletak bagaimana ia juga bisa memberikan informasi bagi para pelanggan yang tidak mempunyai data lengkap untuk nama dan alamat yang akan dikirimi bunga, begitu kiat Ferry. Tak jarang selain kiat yang ia berikan dirinya juga sering memberikan tips kepada pembeli dan pelanggannya bagaimana merawat bunga-bunga yang dibelinya tersebut agar tetap bertahan lama dan tampak segar, antara lain; untuk jenis bunga rangkaian rajin-rajinlah mengganti dan mengisi air dan untuk jenis bunga lingkar agar rajin memotong tangkai dari batang-batangnya.
***
MENURUT FERRY, jenis bunga yang biasa disukai pelanggan kebanyakan jenis paket yang memakai bunga Mawar dan Anggrek. Ada sekitar 30 jenis bunga yang ia tawarkan di toko ini. Bunga di sini bisa dibeli eceran, untuk yang batangan harga Rp10.000/ikat. Harga bunga paket rangkaian dan bunga lingkaran mulai dari Rp50.000 sampai dengan Rp1,5 juta, dan bunga papan mulai dari Rp600.000 sampai dengan Rp2 juta.
Mahal dan murahnya harga tersebut tergantung dari jenis bunga yang dipakai dan harga sudah termasuk biaya mengantar sampai ke tempat. Untuk harga yang mahal, biasanya Ferry memakai bunga Casablanca, Lili, Mawar, dan Anggrek Bulan, sementara untuk harga yang murah ia memakai bunga Aster dan Pikok. Namun mengenai harga bagi pembelinya ia tak terlalu sulit untuk memberikan harga yang ditawar bagi pembeli atau pelanggannya. Pokoknya harga yang ditawarkan Ferry \"sedamai\" nama tokonya.
Selama sebulan omzet penjualan di toko Bunga \"Setia Damai\" bisa mencapai Rp30 juta. Omzet akan bertambah bila pada musim nikah, ada kenaikan pangkat, Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, dan juga bila ada orang terkenal meninggal dunia.
Ferry mengaku terkadang dirinya juga mengalami suka duka dalam penjualan. Bapak dari satu anak lulusan Sarjana Agama ini mengatakan bila datang sukanya ketika dalam sehari yang biasanya menjual lima paket tetapi ada pelanggan yang memesan di tokonya lebih dari 20 paket. Sementara dukanya kalau tokonya sepi tak ada pengunjung, namun hal itu tidaklah menjadi masalah karena ia tahu rezeki itu dari Allah SWT.
\"Toko saya buka mulai dari jam 10.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB, syukur dan alhamdulillah selama saya membuka toko bunga ini belum ada pelanggan yang komplen,\" tambah Ferry yang sebelumnya mempunyai cita-cita sebagai ustadz ini. (yeffi rahmawati)

Ferry di depan tokonya. n evi

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Masjid Siguntur