Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Kamis, 23 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Puisi Slamet Rahardjo Rais
[Budaya]





Prosesi Senja


catatan atas masjid tua di Cijantung, geletarku



 


tak ada kesepakatan yang perlu dirundingkan


sepasang mata-sepasang mata sigap


beriringan sampai kepada dzikir lampu


bahkan menjemput dalam kerinduan


"Assalamu'alaikum, semuanya saling bersaudara


memeliharakan kebun mawar milik kita!"



maka sunyi membuka senja


catatan menjaga luka



coba dengar baik-baik suara


menggali seribu yang bertasbih


dalam kemuliaan


sedikit pun tak merasa sebagai orang asing


seketika Qobil terbunuh tanpa dibunuh



1998/2000



Ketika Anak-Anak Berangkat Mengaji



sebenarnya senja saat itu milikmu juga


peluk dan segera jemput


ruang tunggu dengan menghiasinya melalui


suara anak-anak berangkat mengaji]


warna yang menggoda



sekarang milik siapa pintu jendela rumah


ketika membaca cahaya di matanya


anak-anak bagian dari kalimat


yang dilisankan dalam isyarat


membersihkan atau memberi buram lonceng bergetar



maka bergeser menuliskan setiap sudut tertangkap


menghidupkan seluruh sujud yang terdampar


nyanyian anak-anak suaranya


menjadi warna langit menjelang maghrib tiba


akhirnya menjelaskan tentang mulut dan tangan:


Senantiasa



Gelagat Penjernihan Jiwa



bersiasat saja terhadap waktu yang terperangkap letak


seribu letak memang sudah berdiri lama


sampai kepada kalkulasi-kalkulasi terjal


bisikan yang tergiring dimana sebenarnya tempat bersipuh


terserah ketika maghrib tempat bertujuan


adalah keriduan telah mencapai gerbang kebun bunga


warna yang mengesankan cukup membasah


terhadap setiap yang berjelajah bagi kehendak



sejumlah keinginan seribu kali harus dibujuk


melalui senja segera tiba


ketika membebaskan seluruh lelah dan lesu mimpi buruk



bersyukur juga sebab waktu tak pernah melupakan


beban kepak sayap yang terluka


diberikanlah sejumlah jamuan pesta


memperlihatkannya sebagai yang mengampunkan


setiap saat dalam bentuk sujud yang merebah


sampai kepada kekuatan peluk penyatuan diri


menjelang tanda-tanda malam


menjadi milik siapa pun yang keras memintanya.



Ramadhan, 2001



 


Catatan Yang Dituliskan Atas Kematian



angin yang memberiku sebuah upacara


derai batang cemara menyendiri


dalam birahi


memeluk kerinduan ibu kandung suara



saat memiliki upacara dalam diam


dan kehilangan


saksi paling dalam menupuknya air mata


tangis yang tertahan


menggenapkan hitungan



sudah jelas ayat-ayat yang dituliskan


sebagai api terhadap nyala


sekarang masjid miliknya ditutup kembali


menunggu sebuah kesempurnaan



upacara selesai sudah suara berbincang


kembali riuh


tak lagi nyayian kamboja



orang-orang pulang. sekali lagi


memetik nyala upcara


tetapi sulit membacanya kembali


sebab mereka telah kembali


sebab mereka telah kembali menjadi batu



98/2000



Tentang Percakapan Penghabisan


catatan berkabung atas kepergian sahabat


Hesti Wuryaningtyas



catatan yang mengisyaratkan perjalanan miliknya


sudah lengkap


dan kepalaku mendekat. rumah sebuah dahan


penghabisan roda yang berlarian. syahadatmu


terbaca disitu


pohon sudah tercabut dari akarnya


syahadat yang terbaca


menjadi gerimis



pohon sudah rebah. surat-surat yang lain


dalam membungkus nyala


penghabisan seorang pengembara. surat doa


menghiasi kematian sebagai hak


tak lagi menangkap kekeliruan seribu kenakalan


di antara perjalanan selesai. ampunkanlah,


agar sejuk di antara seluruh kepedihan


untuk mengikhlaskan yang tak kembali


tetapi di sana gemerlap warna dalam dekap cahaya



11.1994/1999



 

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Kongres Kebudayaan Butuh Langkah Nyata