Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 26 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
SAJAK-SAJAK
[Budaya]





 



Puisi Deny Sabri



Gagahmukah yang Menggagahiku?



Dulu kau titipkan langit padaku


Kau pasrahkan tulang bumi


Kau tusukkan pedangmu


Pada dinding-dinding bambu



Dan kita tersungkur


Megap-megap tanpa apapun


Engkau biarkan hujannya menenggelamkan


penaku



Sudah aku bilang


Baju itu terlalu besar


Meski untuk besarmu yang mempesona



Engkau lalu hilang di dalamnya


Entah sembunyi atau tertelan


Tapi tawamu menggelapkan siang



Kucari engkau di pelaminan


Ternyata engkau telah terbaring


Pada keibuan hasratmu


Yogyakarta, Agustus 2002



 


 


 


Mengapa Kau Ajak Dia



Dia masih terlalu kecil


Untuk mengejar langkahmu yang terburu


Tak kan ada obat jitu


Untuk membesarkan dirinya dengan cepat



Berikan saja topi bajamu


Agar dia mampu berlindung di bawah matahari


Biarkan ia melihat dari jauh


Sebelum menunggangi cakrawala



Tak perlu kau dewasakan


Dengan payung emasmu yang retak


Berangkatlah sendiri


Kalau kau ingin keabadian



Dia masih terlalu kecil


Untuk mengerti semuanya


Surabaya, Juli 2001



 


 


Jarang



Tikar indukmu


Telah kududuki beberapa kali


Kuludahi dengan pisau


Kupotong untuk hari ulang tahunku


Tapi kau tak mengeluh


Kenapa?



Tikar indukmu


Terbuat dari anyaman besi


Yang kau bakar jadi belati


Dan kau tusukkan sendiri


pada ujung-ujungmu yang semua



Panaskan tikarmu


Dengan teteskan air matamu


Sebab hujan telah berhenti di musim ini



Kalau kau mampu penuhi kamarku


Dengan hamparmu yang kaku


Mungkin aku akan duduk lagi


Menghabiskan hari tua


Untuk menuju dua


Utan Kayu Agustus 2002



 


Mutiara Indahmu



Nyanyian lenguhanmu


Indah sekali kuhiraukan



Batu-batu halus


Menggeset kerongkongan


Menembus dinding hati


Sebab engkau telah kucium



Aku memang jauh


Tapi belum mampu berdiri


Sehingga kalau pulang


Aku harus kembali lagi



Dua tahun


Rasanya belum cukup


Mengasah besi menjadi parang



Kalau ada yang mengikat kerudungmu


Patahkan dulu dahannya yang kering


Lepaskan!


Atau lepaskan saja....


Ciputat, Juli 2002



Kalau Engkau Pergi



Kalau engkau pergi


Biarkan aku bersamamu



Sebab segala bekal


Pun telah dipersiapkan sejak dulu



Aku siap menghadap


Pada pasukan angin yang tak lagi merayap


Akan kuhembuskan


Nafas perjanjian tuhan



Kuda kita telah menunggu


Di ujung pikiran


Ringkikannya yang meruyak


Tanda ketidak tahuan tentang khalayak


Tapi kenapa meringkik lagi?



Kalau ingin pergi lagi


Pergilah sendiri


Sebab bertemu


Adalah keabadian



 


Utan Kayu, Agustus 2002

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Drs H Subarna SH, MM : Peduli Mamaos Tembang Sunda Cianjuran
Perseteruan yang Terus Bergulir
Tahi Lalat di Atas Alis Mata Kanan
Majid Pergi Sekolah Cerpen: Budi Mulyana
Puisi Slamet Rahardjo Rais