Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Drs H Subarna SH, MM : Peduli Mamaos Tembang Sunda Cianjuran
[Budaya]





DAERAH Kabupaten Cianjur, Jabar, seperti daerah-daerah alinnya di tanah air, memiliki kesenian khas tradisional, yang disebut Seni Mamaos Tembang sunda Cianjuran. Kesenian yang satu ini, tidak hanya dikenal di tanah air, tetapi cukup dikenal pula di Mncanegara seperti Belanda, Jerman, Inggris, Amerika Serikat, Australia dan negara lainnya baik di belahan negara Asia maupun Eropa.


Dalam perkembangannya, Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran di daerah asalnya, tidak cukup berkembang. Bahkan bisa dikatakan agak aneh, justeru sebaliknya lebih berkembang di kota Bandungsebagai ibukota tatar Sunda Provinsi Jawa Barat. Di Bandung, kesenian ini lebih bergairah, tidak hanya bertahan, melainkan terus berkembang.


Rasanya sangat wajar, jika banyak kalangan yang menyatakan, Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran, terancam punah di daerah asal tempat kelahirannya. Kalangan generasi muda nampaknya kurang berminat untuk menekuni dan melestarikan kesenian warisan leluhurnya. Meskipun para orang tua yang memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian ini, selalu terbuka terhadap kalangan generasi muda yang memiliki minat menekuninya.


Mereka yang masih suka menikamati kesenian ini, hanya kalangan-kalangan tertentu saja, terutama dari kalangan generasi tua. sedangkan dari kalangan generasi muda prosentasenya sangat rendah. Kesenian ini pun dalam pementasannya pun di tengah-tengah masyarakat sangatlah jarang. Masyarakat yang melaksanakan hajatan atau hiburan cenderung memilih menampilkan kesenian-kesenian modern atau kesenian tradisional lainnya seperti kesenian Degung dalam acara pernikahan.


Sekarang ini, Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran penampilannya hanya dapat ditemukan dilingkungan yang terbatas, misalnya dalam acara-acara resmi Pemkab Cianjur. Itu pun hanya sebagai tampilan penyambutan atau pembukaan acara.


Kondisi seperti ini oleh Drs Subarna SH, MM Sekda Cianjur yang merupakan salah seorang pejabat di Cianjur yang sangat memiliki kepedulian terhadap hidup matinya kesenian warisan leluhur Cianjur itu. Sehingga ia memiliki komitmen kuat agar kesenian yang satu ini harus dilestarikan dan dikembangkan.


***


SENI Mamaos Tembang Sunda Cianjuran, lahir dari hasil cipta rasa dan karsa Bupati Cianjur R Aria Adipati Kusumahningrat atau yang dikenal dengan sebutan Dalem Pancaniti, pupuhu (pemimpin) daerah Cianjur tahun 1834- 1861.


Dengan keluhan seni Dalem Pancaniti, kesenian tersebut menjadi inpirasi lahirnya suatu karya seni yang sekarang disebut Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran. Dalam Tahap penyempuranaan hasil ciptanya, Dalem Pancaniti, dibantu oleh seniman kabupaten yaitu, RD Natawiredja, bapak Aem dan Mang Baleng. Para seniman tersebut, mendapatkan izin dari dalem Pancaniti, untuk menyebarkan lagu-lagu hasil ciptaanya.


Setelah dalem Pancaniti wafat pada tahun 1861. Kedudukan atau jabatan Bupati . Cianjur dilanjutkan oleh putranya RA A Prawiradireja II (1861 - 1910). Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran pun, disempurnakan lagi dengan diiringi oleh kempringan suara kecapi, dan gelik suara suling.


Sekarang Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran, keberadaannya terkenal bukan saja di nusantara, tetapi sampi ke Mancanegara. Untuk menjaga kelestariannya, secara berkala diselenggarakan Pasanggiri Tembang Sunda Mamaos Cianjuran, baik lokal maupun regional/nasional. Misalnya saja melalui Pasanggiri tingkat Kabupaten Cianjur, tingkat Provinsi Jabar, Banten dan DKI Jakarta.


Kesenian tradisional ini, memiliki kehasan atau keunikan tersendiri. Konon, jika orang Sunda tengah berada jauh dari kampung halamannya ketika mendengar seni Mamaos Tembang sunda Cianjuran, hatinya selalu tergugah teringat, akan kampung halamannya dan bergerak ingin segera pulang ,menghirup udara segar alam parahyangan.


Tidak sedikit pula orang asing seperti Belanda, Amerika.australia, Jerman, bermukim di Jawa Barat, hanya untuk mendalami dan mempelajari Seni Mamaos Tembang sunda Cianjuran. Bahkan banyak orang asing yang dapat menguasai atau mapu memainkan kecapi dan suling dalam mengiringi Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran.


***


BAGAIMANA keberadaan seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran di daerah asalnya atau daerah tempat dilahirkannya kesenian tersebut? "Memang harus kita akui, perkembangan Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran kalah berkembang di daerah lain, seperti halnya di Bandung banyak inovasi-inovasi baru," tegas Sekda Cianjur, Drs H Subarna SH, MM


Dicontohkan dalam kegiatan pasanggiri, para penembang asal Cianjur jauh tertinggal oleh penembang dari Bandung yang sudah lebih maju. Sehingga dalam kegiatan pasanggiri membingungkan para juri yang melakukan penjurian. Ketertinggalan seperti itu tentu saja harus menjadi bahan pemikiran para penembangmaupun para pakar Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran di Cianjur sebagai daerah asal tempat lahirnya kesenian tersebut.


Disamping itu paling tidak dalam upaya melestarikan kesenian ini dalam era otonomi daerah banyak peluang dan sangat memungkinkan Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran dijadikan muatan lokal dalam pelajaran di sekolah-sekolah dasar, tingkat SLTP dan SLTA.


"Itu sangat penting untuk menanamkan seni budaya leluhur. Mereka sejak usia dini diakrabkan dengan kesenian atau seni budayanya sendiri, sehingga nantinya diharapkan dapat tumbuh rasa memiliki dan mencintai budaya sendiri yang pada akhirnya keberadaan Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran tetap lestari, dan eksis ditengah-tengah masyarakatnya," ujarnya.


Kepedulian atau keinginan Sekda Cianjur, untuk melestarikan dan mengembangkan seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran dengan berbagai terobosan yang akan dilakukan, ternyata mendapat perhatian pula dari salah seorang pakar Seni Mamaos Tembang Sunda Cianjuran yang juga salah seorang dosen disalah sebuah perguruan tinggi di Bandung, untuk menjalin kerja sama dengan Pemkab Cianjur.


Memang untuk maju mundurnya kesenian tradisional akan sangat tergantung terhadap perhatian pemerintah daerah setempat, terutama yang menyangkut program dan dukungan dana.Sehingga pada akhirnya untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian ini, berlangsung sesuai dengan harapan. (Man Suparman)



 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Perseteruan yang Terus Bergulir
Tahi Lalat di Atas Alis Mata Kanan
Majid Pergi Sekolah Cerpen: Budi Mulyana
Puisi Slamet Rahardjo Rais
Kongres Kebudayaan Butuh Langkah Nyata