Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Minggu, 19 Februari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Sebarkan Pemahaman Tentang Stroke
[Forum Berbangsa dan Bernegara]




     MASYARAKAT luas harus memahami penyakit stroke, mulai kalangan awam, para medis, petugas administrasi sampai polisi lalu lintas. Semua pihak harus memiliki pemahaman yang sama akan kegawatdaruratan penderita stroke sehingga mampu memberikan iklim kondusif bagi penyelamatan penderita. Gerakan secara menyeluruh hendaknya menjadi perhatian semua kalangan, agar terjadi proses pemahaman yang lebih memasyarakat.
     Seluruh lapisan masyarakat akan menyuarakan stroke pada tahap yang paling mendasar.  Pada gilirannya masyarakat akan mencari informasi lebih banyak untuk memahami persoalan dari sumber yang paling berkompeten. Dengan demikian akan terjadi penyebarluasan apa itu stroke, bahayanya sekaligus penanganan ketika terjadi serangan.
     Sebab berdasarkan pengalaman di lapangan, penyakit  stroke membutuhkan perhatian semua pihak. Selain aspek medis juga memerlukan dukungan sektor terkait guna mendukung kelancaran penyelamatan pasien stroke. Hal itu diperlukan untuk menyelamatkan tiga jam pertama sejak serangan stroke yang sangat berharga bagi penderita.
     Kalau tiga sampai enam jam pertama sejak serangan stroke dapat diusahakan pertolongan secara tepat akan dapat dihindarkan dari kerusakan jaringan otak. Tiga jam pascaserangan mendadak itu, pasien harus menadapat perawatan medis secara khusus. Keterlambatan akan berakibat vatal, penderita akan mengalami kerusakan jaringan otak yang tidak dapat dipulihkan kembali. Kerusakan total jaringan otak bahkan dapat mengakibatkan kematian bagi penderita.
     Semua pihak berkewajiban untuk menyebarluaskan pemahaman kepada masyarakat agar terjadi kesadaran di berbagai lapisan. Masyarakat yang sadar stroke akan mampu memberikan pertolongan pertama sejak terjadi serangan stroke sehingga dapat dihindari keterlambatan. 
     Periode emas tiga jam setelah serangan penderita stroke harus diselamatkan. Hal itu diperlukan untuk mencegah kerusakan sel-sel otak yang sangat berpengaruh terhadap keselematan penderita.  Dalam program pengenalan pada pelayanan dini ini perlu dijelaskan secara sederhana dan mudah dimengeri bahwa apabila seseorang mendapat serangan stroke artinya orang tersebut mendapat serangan pada otak.
     Stroke adalah serangan otak, berbeda dengan serangan jantung. Otak merupakan bagian yang paling penting dalam tubuh manusia, bagian yang paling berkuasa, dan bagian yang paling menentukan kehidupan manusia. Otak yang sangat vital bagi manusia justru merupakan bagian paling lemah dan sangat tergantung pada bantuan yang terus menerus dari berbagai sistem yang ada dalam tubuh.
     Otak bagian yang paling rawan dan mudah rusak. Kerusakan akan berakibat fatal, yakni kematian. Sedikitnya cacat yang tidak dapat disembuhkan. Untuk itu serangan pada otak harus ditanggapi sebagai gangguan medis yang sangat gawat dan sangat darurat.     
     Keadaan darurat dan gawat medis itu maka penanganan untuk penderita stroke harus diberi prioritas utama. Didahulukan dari penanganan penderita penyakit lain. Penanganan keadaan darurat stroke tidak dapat ditunda, penanganan dalam keadaan darurat menjadi periode emas. Sesegera mungkin, tiga jam atau enam jam sejak serangan pertama stroke. (djo)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Pancasila Sebagai Pandangan Hidup
Dewan Konstituante “Vis A Vis” Komisi Konstitusi