Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Selasa, 24 Januari 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
Keyword
Tanggal Bulan Tahun

<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>
81. PETIK OLAH JUAL DAN UNTUNG
Suatu pengembangan Ekonomi Kerakyatan, dalam praktek biasanya dilakukan melalui peningkatkan dari pengolahan kebun dan sawah tradisional menjadi kebun dan sawah modern dengan sistem yang serba modern. Pengolahan hasilnya juga dilakukan dengan tehnologi super modern sehingga diperlukan investasi dengan dana yang tidak kecil. Akibatnya para petani mundur teratur dan “menjual” asset tanah itu seakan seperti “memberikannya” kepada pemodal besar yang bisa dengan mudah menguasai asset yang menjadi satu-satunya penopang hidup petani yang bersangkutan untuk seumur hidupnya. ....
82. Mengalirkan Upaya Pengentasan Kemiskinan
Gerakan dunia dewasa ini sangat menaruh perhatian terhadap hak-hak azasi manusia, memelihara lingkungan, pengembangan ketrampilan dan pembukaan kesempatan kerja yang luas serta anjuran untuk menghargai, meningkatan dan memanfaatkan kemampuan lokal untuk sebesar-besar kesejahteraan keluarga dan masyarakat luas. Ekonomi hijau yang di sebagian besar Negara berkembang menjadi batasan untuk bersaing dengan Negara maju telah “dirapikan” oleh Gunter Pauli menjadi gerakan ekonomi biru yang sesungguhnya tidak banyak beda dengan ekonomi kerakyatan atau Ekonomi Pancasila yang merupakan ajakan memanfaatkan melimpahnya kekayaan sumber daya alam dan lingkungan di setiap daerah untuk membangun tanpa meninggalkan sisa-sisa sampah yang merusak lingkungan. ....
83. Membangun Keluarga Pedesaan
Rektor Universitas Diponegoro di Semarang, Prof. Dr. Sudharto, yang bulan lalu menjadi moderator untuk memimpin penyajian calon Presiden dan Wakil Presiden RI, tidak saja bertanya kepada para calon tentang strategi pembangunan keluarga di pedesaan, tetapi secara konsekuen telah memerintahkan kepada Kepala LPPM Universitasnya, Prof. Dr. Ocky Karnarajasa, untuk bekerja sama dengan seluruh Dekan dan Dosen mempersiapkan pengiriman mahasiswa semester ke tujuh dan delapan untuk mengadakan gerakan pembangunan keluarga yang ada di pedesaan. Perintah itu bukan hanya dilakukan sambil lalu, karena seminggu lalu, dalam upacara yang digelar di Kampus yang sangat terkenal itu, Rektor lengkap dengan jajaran Dekan dan Dosen Pembimbing lapangan telah melakukan upacara pelepasan tidak kurang dari 3009 mahasiswa yang selama lebih satu bulan akan tinggal dan bekerja bersama rakyat desa memulai pembangunan keluarga dan membantu mencari jalan guna mengentaskan kemiskinan. ....
84. Genius Lokal yang Menjanjikan
Lebih sepuluh tahun terakhir ini seorang genius, entrepreneur, ahli ekonomi dan penulis kenamaan dari Belgia, Prof. Gunter Pauli, yang dilahirkan tahun 1956, menggagas dan mengembangkan Ekonomi Biru melalui pembangunan tanpa meninggalkan sisa. Tetapi sebenarnya, di Indonesia banyak sekali “Gunter Pauli” yang mendahului gagasan dan upaya seperti yang dilakukannya itu. Bedanya adalah bahwa “sosok” tersebut “tidak diorangkan”. Kearifan lokal tidak diangkat kepermukaan dan yang bersangkutan tidak memperoleh suasana yang kondusif dan modal untuk mengembangkan gagasan dan usahanya. ....
85. NIKMATNYA RUJAK BU ATUN DI BREBES
Kisah dibawah ini adalah laporan Ibu Dra. Rini Puji Astuti, Pengurus Koperasi Windu Kencana, Brebes, yang dipimpin oleh Pak Komar, mantan Sekretaris BKBPP Brebes, sekarang Ketua Koperasi Windu Kencana di Brebes. Kisah ini adalah cerita seorang sosok yang berhasil, Ibu Atun, seorang isteri keluarga pra sejahtera di Brebes, yang berkat “Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja)”, suatu Skim yang diinisiasi oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Windu Kencana, jalan Veteran no. 10 Brebes, bersama Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) di Jakarta, telah memfalilitasi pengembangan yang menggembirakan. ....
86. BERTERIMA KASIH PADA PENYELENGGARA
Minggu ini, dalam rangka Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 69, Presiden RI menganugerahkan berbagai penghargaan kepada para penyelenggara negara dari berbagai lembaga di negeri tercinta ini. Apa yang dilakukan Presiden adalah kewajiban konstitusional yang diatur UU. Kebiasaan ini merupakan bagian dari budaya yang biasa dilakukan oleh semua kalangan yang menyelenggarakan perhalatan besar. Dalam UU, Presiden sebagai Kepala Negara, diberikan hak dan wewenang prerogatif menerbitkan dan menganugerahkan penghargaan dan tanda jasa. Sebagai Kepala Negara, penghargaan itu diberikan kepada seorang pegawai atau pejabat, atau bahkan kepada rakyat yang berjasa, menurut kategori dedikasi dan jasa-jasa yang disumbangkan kepada negara dan bangsa. ....
87. MEMBANGUN KEMBALI GERAKAN PENGABDIAN
Dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang penuh rasa syukur ini ada baiknya kita kenang para pendiri bangsa dan para pahlawan pembangunan yang memberikan keteladanan perjuangan yang penuh pengabdian. Perjuangan yang dilakukan dengan sabar tetapi selalu berihtiar tanpa putus asa, berjuang tanpa meminta imbal jasa. Mereka mengabdi tanpa instruksi, tanpa mengeluh, pantang mundur dan selalu mengetengahkan karya nyata tanpa memperhitungkan imbalan “uang proyek” yang dibutuhkan untuk pembiayaan kerja cerdas dan keras tersebut. Kesabaran dan ihtiar yang tidak putus-putusnya itulah yang akhirnya mengantar kemerdekaan dan hasil hasil gemilang yang kita nikmati dan membawa keharuman nama bangsa dewasa ini. Kita bersyukur bahwa mereka tidak menuntut balas atas perjuangan yang mengorbankan waktu, harta benda dan nyawa yang sangat tinggi harganya. Kita bersyukur bahwa sebagian dari mereka kita ingat dan perhatikan, serta kepadanya diberikan penghargaan dalam berbagai bentuk dan sebagian dikukuhkan sebagai pahlawan bangsa. ....
88. MEMBANGUN GERAKAN PRAMUKA BERBASIS TERITORIAL
Menyongsong perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI biasanya Gerakan Pramuka mengadakan apel sekitar tanggal 14 Agustus dengan Inspektur Upacara Presiden RI selaku Pembina Gerakan Pramuka. Upacara tahun ini adalah upacara terakhir bagi Presiden SBY karena tahun depan akan dipimpin secara resmi oleh Presiden yang baru. Oleh karena itu ada baiknya, utamanya dengan Ka Kwarnas Gerakan Pramuka yang baru, Kakak Adhyaksa Dault, dicanangkan peningkatan kualitas Gerakan Pramuka berbasis sekolah sekaligus disegarkan kembali Gerakan Pramuka berbasis Teritorial atau Wilayah. ....
89. MENGHARGAI REKAYASA LOKAL
Satu minggu lagi bangsa Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 69. Berbeda dengan kemerdekaan bangsa-bangsa lain, kemerdekaan Indonesia dicetuskan dan diperjuangkan oleh para sesepuh bangsa yang berjuang bersama rakyat di desa dan seluruh pelosok tanah air. ....
90. GERAKAN PENGEMBANGAN ENTREPRENEUR PEDESAAN
Selama masa kampanye pemilihan presiden dan wakil presiden, kedua calon dengan mantab setuju bahwa dana yang jumlahnya tidak kurang dari satu milyar akan dialirkan langsung ke pedesaan. Ada yang menyebut bahwa dana itu akan memperbaiki sarana dan prasarana di pedesaan, ada pula yang menyebut bahwa dana itu akan menjadi modal utama untuk membangun kekuatan ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat desa yang masih miskin dan jauh dari kesempatan mengolah sumber daya yang melimpah di daerah pedesaan. ....
91. PULANG MUDIK MEMBANGUN KELUARGA
Minggu depan seluruh ummat Islam di seluruh dunia akan bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Fitri 1435 H. Dalam budaya Indonesia, Hari Raya ini tidak sekedar dirayakan dengan pesta untuk mengakhiri ibadah Ramadhan satu bulan penuh, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh anggota keluarga dan handai taulan untuk saling bersilaturahmi dan maaf memaafkan satu dengan lainnya. Keluarga yang mampu maupun yang tidak mampu mengikuti budaya ini dengan segala usaha dan pengorbanannya. Media transportasi apapun dijejali penumpang pulang mudik untuk melaksanakan kebiasaan yang mengacu pada budaya yang sangat menarik itu. ....
92. REMAJA MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MASA DEPAN YANG SEJAHTERA
Dua hari lagi bangsa yang baru saja memilih Presiden dan Wakil Presiden untuk memimpin bangsa ini akan memperingati Hari Anak dan Remaja tanggal 23 Juli 2014. Karena itu tiba waktunya mengingatkan Presiden dan Wakilnya yang terpilih untuk memikirkan dan merumuskan program yang tepat agar anak-anak dan remaja yang akan mewarisi negara dan bangsa ini dipersiapkan dengan sungguh-sungguh secara sistematis. Anak-anak tidak perlu diwarisi dengan kebencian dan caci maki untuk memenangkan sesuatu, tetapi justru dididik saling bersatu dan saling berbagi agar bangsa dengan kekuatan penduduk dan sumber daya alam yang melimpah ini betul-betul bisa bangkit kembali menjadi bangsa besar yang disegani di seluruh dunia. Bangsa yang sehat, cerdas dan mampu menghasilkan inovasi dan terobosan pembangunan yang mengantar rakyatnya tanpa kecuali menjadi sejahtera. ....
93. REMAJA BERSATU MEMBANGUN KARAKTER
Menjelang Hari Anak dan Remaja tanggal 23 Juli nanti, dalam hiruk pikuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Dr. Adhyaksa Dault, MSi bersama Ketua Umum Hipprada, Prof. Dr. Haryono Suyono, menyatukan langkah mengajak generasi muda bergegas membangun karakter unggul melalui pengembangan Pramuka berbasis masyarakat di desa dan kelurahan. Pramuka menyatukan diri bergotong royong membangun karakter dan kepedulian sesama anak bangsa. Pembangunan karakter gerakan kepanduan atau kepramukaan dunia itu menjadi ciri utama yang diyakini kalau dilakukan sejak dini, disemai dan diperlihara dengan baik serta diteladani dengan sungguh-sungguh, menjadi budaya yang melekat kepada setiap individu sampai akhir jaman. ....
94. MEMENANGKAN QUICK COUNT
Dengan kemajuan tehnologi informasi dewasa ini, segera setelah pesta demokrasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI tanggal 9 Juli lalu dinyatakan ditutup pada jam 13.00. Media TV, Radio dan media Sosial lainnya secara langsung menyiarkan hasil Quick Count secara bertahap. Kecepatan tahapan penyajian itu sangat tinggi biarpun tergantung pada masuknya laporan sample yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak lebih dari dua jam dapat diketahui laporan yang masuk mencapai lebih dari 90 persen. Dengan cakupan laporan setinggi itu, angka presentase perolehan suara dari setiap calon menjadi stabil. ....
95. MEMBANGUN EKONOMI KERAKYATAN
Hari ini dikenal sebagai Hari Koperasi, hari yang tiap tahun didambakan sebagai momentum untuk menyegarkan gerakan ekonomi kerakyatan, suatu tatanan ekonomi yang beradab, suatu tatanan yang dijiwai semangat saling peduli dan kebersamaan. Tatanan ekonomi kerakyatan yang didambakan itu dilandasi jiwa gotong royong yang kuat antar anggotanya. Oleh karena itu, sejak awal pembentukan koperasi, pemilihan pemimpin dan penerimaan anggotanya selalu dilakukan dengan musyawarah dan mufakat disertai pemberian kepercayaan kepada semua anggota untuk menugasi salah satu anggotanya menjadi pemimpin dan anggota lainnya berjuang keras menyuburkan gerakannya dan siap berbagi sesamanya. ....
96. GERAKAN WARUNG POSDAYA DI DESA
Akhir minggu lalu kita memperingati Hari Koperasi 2014. Peringatan itu pantas dijadikan momentum untuk mengingatkan seluruh anak bangsa bahwa cita-cita proklamator sejak dulu adalah memberi kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk mengambil peran aktif dalam membangun perekonomian bangsanya. Bukan hanya menjadi penonton atau bahkan menjadi konsumen dari segala produk yang dikembangkan oleh orang asing yang memanfaatkan sumber daya milik kita. Harapan itu belum tercapai atau bahkan setiap kali menyeleweng jauh dari cita-cita sesepuh bangsa yang luhur sejak semula. ....
97. MEMPERSIAPKAN KEBERSAMAAN UNTUK KEMANDIRIAN
Selama enam tahun terakhir ini Rektor IPB, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., bekerja keras mengembangkan kebersamaan di kalangan akademisi dengan masyarakat secara laus untuk membangun kemandirian. Uaha yang gigih itu tidak saja dikembangkannya di kalangan guru besar, dosen dan seluruh jajaran Civitas Akademisi di lingkungan IPB yang dipimpinnya, tetapi dengan gigih Rektor dan jajarannya mengembangkan kebersamaan di kalangan masyarakat luas, khususnya di kalangan masyarakat lingkar kampus. Rektor, melalui kegiatan bersama masyarakat, baik berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya maupun kegiatan lainnya telah menjalin kerjasama dengan masyartakat luas di sekeliling kampus dan desa-desa lain di berbagai kabupten. ....
98. MEMBANGUN BUDAYA KOPERASI
Akhir minggu ini kita akan memperingati Hari Koperasi 12 Juli 2014. Ironinya, beberapa hari yang lalu UU Koperasi justru dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan masyarakat koperasi sibuk menyusun rancangan UU baru yang akan mengarahkan dan melindungi gerakan koperasi di seluruh Indonesia. Gerakan koperasi itu, selain memerlukan aturan yang menggariskan struktur dan mekanisme ekonomi koperasi, lebih dari itu memerlukan jiwa, budaya dan semangat kerjasama gotong royong. Jiwa, budaya dan semangat gotong royong inilah yang kemudian dirumuskan dalam aturan-aturan hukum yang memberi arah dan dinamika gerakan koperasi untuk sebesar-besar kesejahteraan sebanyak mungkin rakyat yang bekerja cerdas dan keras dengan penuh kepedulian. ....
99. MEMBANGUN KELUARGA UNTUK MASA DEPAN BANGSA
Akhir minggu ini Hari Keluarga Nasional ke 21 resmi akan diperingati oleh seluruh keluarga Indonesia. Secara historis Hari Keluarga Nasinal itu merupakan kelanjutan dari momentum gerakan KB Nasional yang dimulai secara resmi pada tahun 1970. Pada tahun 1989 program KB diakui oleh PBB sebagai gerakan yang sangat berhasil. Gerakan KB menjadi contoh dunia sebagai awal upaya pemberdayaan keluarga secara paripurna. Sebagai upaya untuk memantabkan program pembangunan keluarga itu, segera setelah pengakuan PBB tersebut, pada tahun 1990, pemerintah dan DPR RI mulai merumuskan UU yang mengatur pembangunan keluarga dan kependudukan secara paripurna. Perumusan UU itu melibatkan ahli dari berbagai perguruan tinggi dan praktisi nasional serta konsultan ahli dari PBB. Melalui diskusi yang sungguh-sungguh, akhirnya UU Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera, atau UU no 10 tahun 1992, diundangkan pada tahun 1992. Berdasarkan UU itu, pada tahun 1993 Hari Keluarga Nasional, tanggal 29 Juni disyahkan sebagai momentum pembangunan keluarga secara paripurna. ....
100. MEMERANKAN KELUARGA PRA SEJAHTERA
Hari Keluarga Nasional yang ke 21 secara resmi akan jatuh pada hari Minggu tanggal 29 Juni 2014. Untuk menghormati awal bulan bulan suci Ramadhan, berbagai kegiatan peringatan hari yang sangat bersejarah itu diadakan di berbagai tempat jauh hari sebelumnya. Pada tingkat nasional, BKKBN menggelar acara-acara tanggal 12 – 14 Juni dipusatkan di Ibukota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, dengan mengundang Presiden RI diwakili oleh Wakil Presiden, seluruh Pimpinan BKKBN, PKK dan petugas lapangan dari seluruh Indonesia. ....
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>