Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Jum'at, 24 Maret 2017  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
Keyword
Tanggal Bulan Tahun

<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>
61. TAHAPAN PEMBERDAYAN KELUARGA DI POSDAYA
Setelah mengikuti pelatihan yang intensif, mulai tanggal 11 Maret 2015, sekitar 300 perguruan tinggi di Indonesia mulai melakukan pendataaan keluarga pada Posdaya binaannya. Sebagian sudah menyelesaikan persiapan pengiriman mahasiswa untuk kuliah kerja nyata tematik Posdaya di desa-desa. Sebagai contoh, di Jawa Timur, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang mulai tahun ini mengirim mahasiswa KKN setiap bulan, sudah melengkapi mahasiswa semester ke 7 yang KKN dengan pembekalan untuk pendaftaran dan pemetaan keluarga. ....
62. MEMPERSIAPKAN POSDAYA MANDIRI ISTIMEWA
Minggu lalu tidak kurang dari limabelas perguruan tinggi, sebagian besar berasal dari Yogyakarta dan sekitarnya, berkumpul di Yogyakarta. Ada juga beberapa perguruan tinggi yang ingin bergabung ikut hadir menjadi peninjau. Sebagian lain lagi berasal dari provinsi yang jauh, antara lain dari Gorontalo, ikut menghadiri pertemuan itu. Sebagian lagi berasal dari Perguruan Tinggi Pembina Posdaya berbasis Masjid, juga hadir dalam pertemuan itu. Koordinator Posdaya Perguruan Tinggi wilayah Yogyakarta, Prof. Dr. Suratman, MSc, sekaligus wakil Rektor Universitas Gadjah Mada, memberikan sambutan yang sangat merangsang untuk para peserta yang terdiri dari pimpinan LPPM berbagai perguruan tinggi dari berbagai daerah itu. ....
63. MEMBANGUN BUDAYA PEDULI SETIAP HARI
Pada awal tahun baru 2015 yang penuh berkah ini kita patut merenung apa yang sudah kita lakukan selama tahun yang baru berakhir. Renungan itu tidak perlu dikaitkan dengan jabatan atau kekuasaan yang sedang diamanatkan kepada kita, tetapi lebih pada perbuatan pribadi sekecil apapun yang telah dilakukan bagi sesama anak bangsa. Perbuatan sekecil apapun sungguh akan memberi makna yang luar biasa kepada sesama yang tidak menyangka bahwa perbuatan itu keluar dari hati nurani tanpa pamrih. Kemuliaan biasanya akan datang dan diluar dugaan balasan dari Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa sungguh akan berlipat ganda. ....
64. MENDUKUNG BEKERJA CERDAS DAN KERAS
Suasana tahun baru baru saja berakhir. Kita lihat para pengusaha dan para pekerja kembali dari liburannya ke berbagai obyek wisatu untuk bekerja kembali membuka lembara baru bekerja dengan cerdas dan keras agar tahun 2015 yang penuh tantangan bisa diselesaikan dengan keuntungan yang lebih besar sehingga pada akhir tahun dapat diperoleh hadiah tahunan yang lebih besar untuk dinikmati bersama keluarga berlibur melepaskan kepenatan dan tekanan yang tidak ringan selama bekerja satu tahun penuh. Keperluan liburan itu sangat penting agar diperoleh kesegaran jasmani dan rohani untuk menghasilkan gagasan yang segar, maha dahsyat dan dapat disumbangkan kepada perusahaan menghasilkan produk yang tidak saja laku jual tetapi membawa untung yang melimpah dan berkelanjutan. ....
65. GOTONG ROYONG MEMPERLANCAR PENYEBARAN
Kegiatan penyegaran budaya gotong royong yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya melalui pembentukan, pembinaan dan pengisian Posdaya di lebih dari 250 kabupaten/kota di seluruh Indonesia ternyata membawa dampak diluar dugaan. Para dosen yang menguasi banyak teori ekonomi, pertanian, perindustrian dan perdagangan, dihadapkan pada kenyataan lapangan yang lebih rumit. Akibatnya mereka dengan sabar melirik kearifan lokal dan menggelar kerjasama yang akrab. Di Bandung Barat misalnya, mahasiswa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang sebagian besar disiapkan menjadi guru sekolah menengah atas dan perguruan tinggi, menghadapi masyarakat desa dengan tuntutan yang spontan dan praktis. Dalam kegiatan KKN, keluarga desa menginginkan contoh di bidang pertanian, industri dan jasa yang spontan agar kehidupannya bertambah sejahtera. Teori-teori pengembangan inovasi dan penerapannya tidak laku jual tanpa contoh yang konkrit. ....
66. MENGELAR SENAM KELUARGA IND0NESIA
Hari ini dan besuk pagi, dibawah Pimpinan May.Jend. TNI (Purn) R. Naryadi, SE, tidak kurang dari 10.000 peserta Senam Tera Indonesia (STI) menggelar Rapat Kerja Nasional, peringatan Ulang Tahun STI yang ke 29, melakukan kegiatan Tera Peduli, Lomba Senam Tera dan bersama-sama melakukan Gebyar Senam pagi serentak di berbagai lokasi di Magelang, Jawa Tengah. Senam Tera Indonesia yang telah berkembang di Indonesia sekitar 29 tahun itu sangat menarik dengan segala variasinya. Sampai kini senam itu diikuti puluhan ribu orang, terdiri dari tua dan muda. Senam itu berkembang menjadi suatu gerakan yang sangat digemari. Bekerja sama dengan PWRI dan berbagai perguruan tinggi di Indonesia, utamanya dengan forum pemberdayaan keluarga Posdaya di seluruh desa, versi turunan dari basis Senam Tera Indonesia itu diangkat sebagai Senam Keluarga Indonesia (SKI). Senam Keluarga Indonesia (SKI) bisa diikuti oleh tiga generasi, yaitu generasi lansia, generasi muda dan generasi anak-anak. ....
67. MEMBANDINGKAN KEMAJUAN POSDAYA
Dalam rangkaian membandingkan kemajuan satu Posdaya dengan Posdaya lainnya, ratusan relawan Posdaya dari berbagai perguruan tinggi, dalam dua bulan terakhir ini telah melakukan blusukan berkunjung ke desa mengalahkan blusukannya Presiden Jokowi atau para Menteri yang diperintahkan melakukan hal yang sama. Blusukan sebelumnya adalah mengantar para mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya, menjelaskan maksud tujuan pengembangan Posdaya dan membantu pembentukan Posdaya di desa-desa. Para Dosen dan Mahasiswa menganjurkan keluarga desa membangun, membina dan mengisi kegiatan di lingkungan Posdaya di desanya. Setelah satu setengah bulan mendampingi dan membantu pengembangan Posdaya di desa, para mahasiswa kembali ke kampus melanjutkan kuliahnya. Periode berikutnya masyarakat melanjutkan pembinaan dan pengisian Posdaya yang ada di desanya agar kebersamaan yang mulai dibangun membawa manfaat yang maksimal. ....
68. MEMBAWA POSDAYA KE FORUM INTERNASIONAL
Pada pertengahan bulan lalu, dalam Konperensi International, Second ASIA Engage Regional Conference di Bali, Yayasan Damandiri memperoleh kesempatan mengisi Pidato Utama membawakan pengalaman membangun dan mengisi pemberdayaan keluarga melalui Posdaya. Konperensi itu membahas inovasi dan kreatifitas untuk membangun kebersamaan dengan komunitas desa menyelesaikan masalah yang dihadapi rakyat di wilayah Asean dan daerah lainnya. Konperensi itu adalah bagian dari kegiatan bersama negara-negara di dunia. ....
69. MEMBANDINGKAN KEMAJUAN POSDAYA
Dalam rangkaian membandingkan kemajuan satu Posdaya dengan Posdaya lainnya, ratusan relawan Posdaya dari berbagai perguruan tinggi, dalam dua bulan terakhir ini telah melakukan blusukan berkunjung ke desa mengalahkan blusukannya Presiden Jokowi atau para Menteri yang diperintahkan melakukan hal yang sama. Blusukan sebelumnya adalah mengantar para mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Posdaya, menjelaskan maksud tujuan pengembangan Posdaya dan membantu pembentukan Posdaya di desa-desa. Para Dosen dan Mahasiswa menganjurkan keluarga desa membangun, membina dan mengisi kegiatan di lingkungan Posdaya di desanya. Setelah satu setengah bulan mendampingi dan membantu pengembangan Posdaya di desa, para mahasiswa kembali ke kampus melanjutkan kuliahnya. Periode berikutnya masyarakat melanjutkan pembinaan dan pengisian Posdaya yang ada di desanya agar kebersamaan yang mulai dibangun membawa manfaat yang maksimal. ....
70. Mengembangkan Jaringan Nusantara
Pada suatu pagi yang cerah, dalam suasana santai dan saling menyapa, Wakil Ketua Umum DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial) Siswadi, MBA mengucapkan selamat pagi dengan rentetan salam yang membesarkan hati. Jaringan Semut yang gotong royong bisa berubah menjadi Jaringan Nusantara yang tetap berjiwa gotong royong. Jaringan itu bisa menjadi sangat kokoh dan sanggup menjemput bola. DNIKS yang oleh Menteri Sosial ditugasi untuk mengkoordinasikan organisasi dan lembaga yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan merasa memperoleh kepercayaan dan karunia dari Tuhan Yang Maha Kuasa. ....
71. SERANGAN HIV/AIDS SE DUNIA HARUS DIHENTIKAN
Hari ini tanggal 1 Desember 2014 adalah Hari HIV/AIDS sedunia. Tahun ini peringatan Hari HIV itu mengambil tema “Fokus, Kemitraan untuk mencapai : Generasi Bebas AIDS.” Hari AIDS sedunia pertama kali dikumandangkan pada bulan Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi dari Global Programme on AIDS pada pertemuan organisasi WHO di Jeneva, Switzerland. Bunn dan Netter mengambil gagasannya dari Dr. Jonathan Mann, Direktur Global Programme on AIDS (UNAIDS). Atas dasar usulan kedua pejabat komunikasi itu, Hari AIDS sedunia diumumkan pada 1 Desember 1988 dengan harapan akan menjadi berita yang marak menjelang Hari Natal dan pemilihan umum di Amerika. ....
72. Rano Karno dukung Prioritas Pemberdayaan Keluarga di Desa
Minggu lalu di Pendopo Kabupaten Lebak, bersama Bupati Hj. Iti Octavia Jayabaya, SE, MM, dihadapan sekitar 1000 orang yang terdiri dari para pemimpin Pemerintahan Kabupaten dan para sesepuh yang tergabung dalam PWRI Kabupaten Lebak, ditemani Ketua Pengda PWRI Banten dan juga Pengurus Besar PWRI dari Jakarta dan yang diwakili oleh Ketua Umum, Sekjen dan beberapa Pengurus Besar lainnya, Plt. Gubernur Banten, H. Rano Karno, SIP, menyatakan sangat sepakat untuk memberi prioritas yang tinggi pada upaya pemberdayaan sumber daya manusia di tingkat pedesaan. Proses pemberdayaan itu bisa dilakukan dengan menempatkan keluarga sebagai titik fokus agar setiap keluarga pada waktunya bisa secara gotong royong bersatu membangun untuk kepentingan kesejahteraan keluarga dan seluruh anggotanya. ....
73. GEBRAKAN PASAR POSDAYA DI SEMARANG
Dalam rangkaian penilaian Posdaya unggul di wilayah Jawa Tengah I dan Korwil Jateng di Semarang, telah digelar Pasar Posdaya atau Pasar Tugu (Sabtu Minggu) di Semarang. Gagasannya adalah bahwa Pasar itu dikelola oleh para aktifis Posdaya di masing-masing desa dengan menarik para pembeli, orang kota dan sekitarnya, yang biasanya libur pada hari Sabtu dan Minggu, untuk pergi ke desa dan berbelanja. Karena itu, Pasar Posdaya dikemas dengan suasana yang menyenangkan bagi para pendatang yang diarahkan untuk membeli produk keluarga desa yang segar dan menarik. Sebagai kompensasi, bagi penduduk desa perlu disajikan komoditas pokok seperti beras, minyak, dan gula yang murah harganya. Untuk itu telah diadakan kerjasama dengan Bulog Mart yang terdekat untuk menolong penduduk desa dengan menyajikan penjualan kebutuhan pokok itu dengan harga murah. Bagi para pembeli dari kota, pasar ini menyajikan produk yang sangat dibutuhkan dengan harga yang lumayan ringan, segar karena dijual langsung oleh produsennya dan pelayanan yang nyaman ala masyarakat desa yang sederhana dan ramah. ....
74. Mengamankan dan Mengembangkan Jaringan Semut
Minggu lalu, pada akhir bulan, bertepatan dengan kesibukan Presiden baru, Joko Widodo dan Wakil Presiden baru, Jusuf Kalla, memilih dan menyiapkan Kabinet barunya, Universitas Trilogi di Jakarta, mengadakan pertemuan khusus dengan mengundang Kepala Bulog. Ir. Sutarto Alimoeso. Undangan itu ditujukan untuk memaparkan gagasan beliau dalam mengamankan dan mengembangkan jaringan distribusi pada tingkat pedesaan. Jaringan pedesaan itu menghasilkan julukan baginya sebagai Jendral Semut karena Sutarto berpendapat bahwa hanya jaringan yang luas dan dekat dengan rakyatlah yang bakal mampu memperkuat dan mengembangkan kedaulatan pangan di Indonesia dengan jumlah keluarga yang melimpah dan tersebar luas. ....
75. BANGGA SUKA DESA
Seraya mengucapkan selamat tahun baru Hijriah, selamat kepada Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden dengan seluruh jajaran Kabinet barunya. Kita berharap semua Menteri yang mempunyai track records luar bisa segera bekerja cerdas dan keras memberdayakan anak bangsa secara menyeluruh dan membangun bangsa dengan kecepatan tinggi. Lari, kata Presiden, karena sebagian besar rakyat Indonesia yang tinggal di desa sangat mengharapkan untuk dikunjungi, didengar aspirasinya dan dikembangkan pembangunan keluarganya agar segera sejajar dengan keluarga lain yang telah mengenyam hasil dari jerih payah pembangunan bangsanya. ....
76. Memperingati Hari Lansia Sedunia
Minggu lalu, di Alun-alun Wonosobo yang berhawa sejuk, dihadiri lebih dari 5000 peserta lansia dan keluarganya dari seluruh Indonesia, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Drs. Heru Sujatmiko, atas nama Gubernur Jateng, memimpin Peringatan Hari Lansia sedunia. Bertindak sebagai tuan rumah Wakil Bupati Wonosobo, Ibu Maya Rosida, mewakili Bupati yang sedang dinas di Jakarta, dengan ramah dan cekatan, menggelar acara olah raga Senam Keluarga Indonesia berbasis Senam Tera sebagai olah raga yang sehat dan meriah. Hadir pula Dutabesar atau wakil-wakilnya dari tujuh Negara sahabat menikmati udara, pemandangan alam dan matahari terbit yang mempesona serta kehangatan para lansia yang dengan wajah segar dan senyum tiada henti mensyukuri nikmat usia panjang yang banyak manfaatnya. ....
77. Gebyar seribu Posdaya berbasis Masjid
Syukur Alhamdulillah, dimulai dengan pengembangan yang berhasil melalui 50 Posdaya berbasis Masjid sebagai awal, pada waktu ini di Jawa Timut saja telah ada tidak kurang dari seribu Masjid yang memiliki Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) berbasis Masjid yang menjadi pusat pengembangan dan pembinaan bagi Posdaya di desa-desa di sekitarnya. Para Takmir Masjid dan santri-santri yang maju dengan gigih berhasil menjemput bola mendatangi dan mendampingi tenaga santri lain, atau penduduk yang berpikiran maju, di desanya membangun kekompakan keluarga di lingkungan masing-masing, menyegarkan budaya gotong royong membantu pemberdayaan keluarga di sekitarnya. ....
78. MENYONGSONG INDONESIA DAMAI
Besok pagi kita akan memperingati Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI) tanggal 5 Oktober 2014. Kita bersyukur dan bangga karena selama ini bangsa Indonesia selalu bisa mengatasi gejolak yang terjadi tanpa harus beramai-ramai menggoncangkan dunia. Itu semua karena kita mempunyai TNI yang mempunyai kewibawaan dan dekat dengan rakyat. TNI yang sejak lama selalu membantu berbagai program pembangunan tidak dengan senjata, tetapi melalui sikap yang ramah terjun ke desa-desa mengajak dan bersama rakyat mempersiapkan diri menghadapi dan menyelesaikan tantangan yang bisa mengurangi daya tahan dan kemampuan untuk membangun keluarga dan masyarakatnya. ....
79. MENGEMBANGKAN POSDAYA BUDAYA
Posdayase bagai forum bersama, dalam bahasa popular disebutl ingkaran besar, ternyata dalam dinamikanya yang unik mampu mempersatukan lingkaran-lingkaran kecil di sekitarnya. Posdaya menggetarkan nilai kegotongroyongan dengan mengajak berbagai lingkaran kecil meramu keunikan sebuah desa menjadi untaian ratna mutu manikam yang sangat indah dan berbudaya. ....
80. Membangun Keluarga di Desa-desa di Jawa Timur
Seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri, tidak kurang dari 5000 mahasiswa dan Dosen Pembimbing Lapangan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dilepas oleh Rektor, Prof. Dr. Warsono, MS yang baru baru ini resmi menggantikan Rektor lama, Prof. Dr. Muchlas Samani, ke lima kabupaten di Jawa Timur. Beberapa hari sebelum upacara pelepasan itu, Ketua LPPM, Prof. Dr. Ir. Drs. I Wayan Susila, MT., bekerja sama dengan seluruh Dekan dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mempersiapkan para mahasiswa melalui kuliah pembekalan yang cukup matang. Mahasiswa didampingi Dosen Pembimbing Lapangan akan tinggal di desa selama lebih satu bulan dan bekerja bersama rakyat desa dalam pemberdayaan keluarga melalui pembentukan dan pengisian Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) seraya mencari jalan guna mengentaskan kemiskinan. ....
<<<<<<1 - 2 - 3 - 4 - 5 - 6 - 7 - 8 - 9 - 10 >>>>>>